Produksi Batu Bara RI Naik Jadi 700 Juta Ton Akibat Relaksasi Terbatas
Pemerintah resmi menyetujui kenaikan produksi batu bara hingga 700 juta ton tahun ini melalui relaksasi terbatas, didorong oleh kenaikan harga global yang mencapai US$154 per ton untuk kalori 6.330 kcal/kg.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 15.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 74x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah telah memutuskan melakukan relaksasi terbatas terhadap target produksi batu bara nasional tahun ini, dengan memperbolehkan peningkatan produksi hingga mencapai 700 juta ton. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap kenaikan harga komoditas batu bara global, khususnya untuk jenis batu bara dengan kalori 6.330 kcal/kg GAR yang kini diperdagangkan pada level US$154 per ton. Peningkatan ini menjadi langkah strategis untuk memanfaatkan kondisi pasar yang menguntungkan.
Keputusan tersebut dikonfirmasi oleh Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, yang menegaskan bahwa relaksasi dilakukan dengan tetap mempertimbangkan keseimbangan pasokan dan permintaan global. Ia menekankan bahwa kebijakan ini bukan tanpa pengawasan, melainkan sebagai upaya untuk menjaga stabilitas pasar dan memaksimalkan potensi devisa negara dari ekspor energi primer.
Dalam rapat terbatas di Istana Negara, Menteri menyampaikan bahwa tujuan utama dari kenaikan produksi adalah mempercepat masuknya devisa ke kas negara. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan momentum harga tinggi saat ini untuk meningkatkan pendapatan negara dari sektor energi, tanpa mengorbankan keseimbangan ekonomi jangka panjang.
Revisi target produksi batu bara telah disetujui oleh Kementerian ESDM melalui Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara, Tri Winarno, yang menyatakan bahwa tidak ada hambatan signifikan dalam pelaksanaan revisi RKAB 2026. Ia optimistis produksi dapat mencapai angka 700 juta ton, sejalan dengan target yang disusun, selama tidak terjadi gangguan operasional atau regulasi baru.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rantai Pasok Tangguh Kunci Optimalisasi Nilai Mineral Kritis
Investasi terkoordinasi dan rantai pasok yang kuat menjadi kunci utama untuk mengeksploitasi nilai tambah tinggi dari mineral kritis di Indonesia.
24 Oktober 2026

Antam Siap Kelola Tambang Emas Baru di Papua
Pemerintah menutup operasional tambang emas PT Kristalin Eka Lestari di Nabire dan menyerahkan kawasan seluas 275,36 hektare kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk pengelolaan berkelanjutan.
24 Oktober 2026

ANTAM Perkuat Fondasi Bisnis untuk Nilai Tambah Jangka Panjang
Perusahaan tambang nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan di semester pertama 2026, dengan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba naik 34%, seiring fokus pada hilirisasi dan optimalisasi operasional.
24 Oktober 2026

Bahlil Usung PNBP Batu Bara Rp165 T untuk Tutup Defisit BBM
Menteri ESDM membidik penerimaan negara bukan pajak dari batu bara tembus Rp165 triliun pada 2026, lebih tinggi dari target APBN, demi menopang defisit subsidi BBM.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.34 WITA

16 Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.34 WITA

Musim Hujan 2026/2027 Tiba Lebih Lambat, BMKG Peringatkan Potensi Bencana
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

NASA Tancap Gas untuk Misi Pendaratan Manusia di Bulan 2028
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

PLN Gelar Diskon Tambah Daya 50% Hingga 4 November
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

Presiden Korea Selatan Buka Pintu Debat Politik Lewat AI
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

IKN Tandatangani Kerja Sama Rp4 Triliun untuk Percepatan Pembangunan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

Filipina Perkuat Perlindungan Pekerja dari Panas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

