Produksi Veloz HEV Fokus Pasar Dalam Negeri
Toyota Indonesia menekankan prioritas pemenuhan permintaan domestik dengan produksi Veloz hybrid capai 15.737 unit hingga Agustus, sementara ekspor belum menjadi fokus utama.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 1 Oktober 2026, 09.15 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memastikan seluruh produksi varian Veloz hybrid dialokasikan untuk memenuhi permintaan pasar dalam negeri, mengingat tingginya minat konsumen terhadap model tersebut. Hingga akhir bulan Agustus, total produksi Veloz HEV telah mencapai 15.737 unit, menunjukkan respons cepat terhadap dinamika pasar domestik. Wakil Presiden Direktur TMMIN, I Nyoman Winaya, menegaskan bahwa kapasitas produksi disesuaikan secara langsung dengan kebutuhan konsumen, tanpa memaksakan target ekspor di tengah permintaan tinggi di dalam negeri.
Pihak perusahaan menyatakan belum mempertimbangkan ekspor Veloz HEV dalam waktu dekat, meski secara teknis kapasitas produksi memungkinkan. Fokus utama tetap pada ketersediaan produk bagi masyarakat Indonesia, dengan pertimbangan karakteristik pasar, kebutuhan lokal, dan permintaan yang terus meningkat. Keputusan ini diambil sebagai respons atas keberhasilan model Avanza dan Veloz sebagai penyumbang utama ekspor kendaraan Toyota dari Indonesia dalam lima tahun terakhir.
Sampai Agustus, ekspor kendaraan Toyota dari Indonesia dominan dikuasai oleh Avanza dan Veloz, disusul oleh Raize, Yaris Cross, Fortuner, serta Agya/Wigo. Kedua model tersebut tidak hanya menjadi andalan pasar lokal, tetapi juga menjadi pilar utama dalam strategi ekspor perusahaan. TMMIN menilai penting untuk menjaga keseimbangan antara ekspor dan domestik, terutama dalam konteks pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan hibrida yang tengah digalakkan.
Untuk mendukung rencana produksi jangka panjang, TMMIN sedang mempersiapkan peningkatan kapasitas produksi komponen inti, khususnya baterai HEV. Saat ini, produksi baterai hybrid masih terpusat di Plant 2, namun perusahaan telah memulai studi kelayakan pengembangan jalur produksi baru di Plant 1. Langkah ini menjadi bagian dari strategi transformasi manufaktur untuk menghadapi permintaan yang terus tumbuh, baik untuk pasar dalam negeri maupun ekspor di masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Blokir STNK Setelah Jual Beli Kendaraan Secara Online
Pemilik kendaraan yang telah menjual mobil atau motor wajib memblokir STNK secara digital untuk menghindari tanggung jawab hukum dan pajak di masa depan.
1 Oktober 2026

Omoda O4 Hadirkan Desain Cyber Mecha untuk Gen Z
Omoda O4 meluncurkan konsep desain futuristik Cyber Mecha yang menggabungkan elemen digital dan game, menawarkan pengalaman berkendara yang interaktif dan berorientasi gaya hidup bagi generasi muda.
30 September 2026

Kendaraan Listrik Bisa Ungguli ICE Sebelum 2035
Kemenperin memprediksi kendaraan listrik melampaui konvensional antara 2029 hingga 2034, mempercepat pencapaian Net Zero Emission di sektor otomotif.
30 September 2026

Pasar Mobil Listrik Capai 16 Persen, Tantangan TKDN Menanti
Pangsa pasar kendaraan listrik di Indonesia mencapai 16 persen pada tahun ini, menunjukkan pertumbuhan signifikan sejak 2019, dengan regulasi pemerintah menjadi pemicu utama.
30 September 2026
Berita Lainnya

Kecepatan dan Stabilitas Jadi Kunci Pilihan Aplikasi Perbankan Digital
Kamis, 1 Oktober 2026, 09.07 WITA

Fenomena Langit Oktober 2026: Saturnus Hingga Meteor Orionid
Kamis, 1 Oktober 2026, 09.06 WITA

Pengusaha Minta RUU Ketenagakerjaan Seimbang, Jaga Daya Saing
Kamis, 1 Oktober 2026, 09.06 WITA

Ledakan Pipa Gas Rusak Tiga Pembangkit Listrik di Suriah
Kamis, 1 Oktober 2026, 09.05 WITA

Pemerintah Perluas Pajak Gaji Di Bawah Rp10 Juta Ditanggung Tahun Depan
Kamis, 1 Oktober 2026, 09.05 WITA

Pengusaha Logistik Dorong Pertahanan Skema Outsourcing
Kamis, 1 Oktober 2026, 09.05 WITA

Kopilot Flydubai Diduga Serang Kapten, Pesawat Darurat di Tabuk
Kamis, 1 Oktober 2026, 09.05 WITA

Industri Rokok Kretek Soroti Dampak RUU Ketenagakerjaan di Tengah Kontraksi Produksi
Kamis, 1 Oktober 2026, 09.05 WITA

