Kamis, 1 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Produksi Veloz HEV Fokus Pasar Dalam Negeri

Toyota Indonesia menekankan prioritas pemenuhan permintaan domestik dengan produksi Veloz hybrid capai 15.737 unit hingga Agustus, sementara ekspor belum menjadi fokus utama.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 1 Oktober 2026, 09.15 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
Produksi Veloz HEV Fokus Pasar Dalam Negeri📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memastikan seluruh produksi varian Veloz hybrid dialokasikan untuk memenuhi permintaan pasar dalam negeri, mengingat tingginya minat konsumen terhadap model tersebut. Hingga akhir bulan Agustus, total produksi Veloz HEV telah mencapai 15.737 unit, menunjukkan respons cepat terhadap dinamika pasar domestik. Wakil Presiden Direktur TMMIN, I Nyoman Winaya, menegaskan bahwa kapasitas produksi disesuaikan secara langsung dengan kebutuhan konsumen, tanpa memaksakan target ekspor di tengah permintaan tinggi di dalam negeri.

Pihak perusahaan menyatakan belum mempertimbangkan ekspor Veloz HEV dalam waktu dekat, meski secara teknis kapasitas produksi memungkinkan. Fokus utama tetap pada ketersediaan produk bagi masyarakat Indonesia, dengan pertimbangan karakteristik pasar, kebutuhan lokal, dan permintaan yang terus meningkat. Keputusan ini diambil sebagai respons atas keberhasilan model Avanza dan Veloz sebagai penyumbang utama ekspor kendaraan Toyota dari Indonesia dalam lima tahun terakhir.

Sampai Agustus, ekspor kendaraan Toyota dari Indonesia dominan dikuasai oleh Avanza dan Veloz, disusul oleh Raize, Yaris Cross, Fortuner, serta Agya/Wigo. Kedua model tersebut tidak hanya menjadi andalan pasar lokal, tetapi juga menjadi pilar utama dalam strategi ekspor perusahaan. TMMIN menilai penting untuk menjaga keseimbangan antara ekspor dan domestik, terutama dalam konteks pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan hibrida yang tengah digalakkan.

Untuk mendukung rencana produksi jangka panjang, TMMIN sedang mempersiapkan peningkatan kapasitas produksi komponen inti, khususnya baterai HEV. Saat ini, produksi baterai hybrid masih terpusat di Plant 2, namun perusahaan telah memulai studi kelayakan pengembangan jalur produksi baru di Plant 1. Langkah ini menjadi bagian dari strategi transformasi manufaktur untuk menghadapi permintaan yang terus tumbuh, baik untuk pasar dalam negeri maupun ekspor di masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya