Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Produsen Ponsel Manfaatkan DRAM Bekas Atasi Kelangkaan

Produsen ponsel mulai memanfaatkan DRAM daur ulang dari perangkat lama untuk menjaga kelancaran produksi akibat krisis pasokan memori global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 09.26 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 29x dibuka
Produsen Ponsel Manfaatkan DRAM Bekas Atasi Kelangkaan📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Sejumlah merek ponsel asal Tiongkok kini mengadopsi strategi baru dalam rantai pasokan dengan memanfaatkan memori Dynamic Random-Access Memory (DRAM) bekas sebagai komponen utama. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap tekanan pasokan dan kenaikan harga yang mengganggu operasional produksi pada kuartal kedua 2026. Dalam laporan terbaru, perusahaan mengalihkan fokus dari pasokan memori baru ke penggunaan komponen yang telah diambil dari perangkat lama seperti ponsel, laptop, dan server.

Prosesnya melibatkan pengambilan chip memori bekas, pembersihan menyeluruh, serta pengujian ketat terhadap kinerja dan daya tahan. Hasilnya, DRAM yang telah beroperasi lima hingga enam tahun dapat dipakai kembali dalam perangkat baru, terutama untuk model ponsel kelas menengah bawah. Dengan demikian, produsen mampu menaikkan target produksi pada akhir kuartal ketiga, meski dengan biaya yang lebih terkendali.

Namun, penggunaan komponen daur ulang menimbulkan kekhawatiran terhadap keandalan jangka panjang perangkat. Degradasi sel memori yang terjadi seiring waktu dapat menyebabkan penurunan kinerja dan meningkatkan risiko kesalahan data. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi konsumen yang mengharapkan stabilitas perangkat dalam jangka waktu lama.

Krisis pasokan memori diperkirakan akan berlangsung hingga melampaui tahun 2027. Alasannya, produsen memori utama seperti Samsung dan SK Hynix kini mengalihkan produksi ke produk memori bermargin tinggi, seperti High-Bandwidth Memory (HBM) untuk kebutuhan kecerdasan buatan. Hal ini menyebabkan penurunan pasokan untuk industri ponsel pintar.

Menurut analis dari Counterpoint Research, penggunaan DRAM daur ulang hanya sebagai solusi sementara, bukan jawaban permanen atas krisis. Solusi ini menunjukkan betapa dalamnya ketergantungan industri terhadap komponen memori dan keterbatasan kapasitas produksi global. Tanpa intervensi strategis, tren ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga masa depan yang belum terlihat jelas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya