Selasa, 13 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Program Edukasi Hidup Sehat Dorong Pelajar Kolaka Bebas Narkoba

Vale Indonesia gelar edukasi kesehatan dan anti-narkoba di sekolah Kolaka, menjangkau lebih dari 1.200 siswa dengan tujuan membangun generasi tangguh dan sadar risiko zat terlarang.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka

Kendari, ıNarasikita - Sebanyak 1.230 pelajar dari lima sekolah menengah di Kabupaten Kolaka mendapatkan edukasi menyeluruh tentang gaya hidup sehat dan bahaya narkoba melalui program yang diselenggarakan oleh Vale Indonesia. Kegiatan ini digelar secara langsung di tiga lokasi berbeda, dengan pendekatan interaktif berupa permainan edukatif, simulasi kehidupan, dan sesi tanya jawab yang melibatkan para peserta secara aktif. Tujuan utamanya adalah menciptakan kesadaran dini terhadap risiko penyalahgunaan zat terlarang sejak tingkat pendidikan menengah.

Setiap sesi dihadiri oleh tenaga pendidik, konselor sekolah, serta relawan dari komunitas lokal yang telah dilatih secara khusus. Mereka bertugas membimbing siswa dalam memahami konsekuensi jangka panjang dari penggunaan narkoba, termasuk dampak terhadap kesehatan fisik, mental, dan masa depan akademik. Narasi yang disampaikan menekankan pentingnya keputusan pribadi, kemandirian, serta keterampilan menolak tekanan teman sebaya.

Program ini tidak hanya berfokus pada pencegahan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai positif seperti tanggung jawab, komunikasi sehat, dan rasa percaya diri. Siswa dilibatkan dalam simulasi kehidupan nyata yang menunjukkan bagaimana pilihan sehari-hari dapat membentuk masa depan. Salah satu peserta menyampaikan, “Saya sekarang lebih sadar bahwa menolak narkoba bukan tanda lemah, tapi bentuk keberanian.”

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Vale Indonesia dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia unggul di wilayah operasionalnya. Dengan fokus pada pendidikan karakter dan kesehatan, program ini diharapkan mampu menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah lain di Sulawesi Tenggara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya