Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Program Makan Bergizi Gratis Dorong Transformasi SDM Nasional

MBG menjadi langkah strategis pemerintah untuk membangun modal manusia berkualitas melalui pemenuhan gizi anak usia sekolah sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan hingga 2045.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 15.39 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 28x dibuka
Program Makan Bergizi Gratis Dorong Transformasi SDM Nasional📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah kini mengambil langkah taktis dengan mewujudkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju visi Indonesia Emas 2045. Di tengah momentum bonus demografi yang mencapai puncaknya dalam dekade ini, keberhasilan transformasi ekonomi dan sosial bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang unggul. Tanpa pemenuhan gizi yang memadai, potensi generasi muda yang melimpah tidak akan mampu menopang pertumbuhan produktivitas nasional.

Kegagalan dalam menangani stunting, gizi buruk, dan asupan energi yang tidak mencukupi di kalangan anak sekolah telah menjadi hambatan nyata terhadap perkembangan kognitif dan fisik. Fakta lapangan menunjukkan bahwa anak-anak yang mengalami defisit gizi sering kali mengalami kesulitan konsentrasi, daya ingat terbatas, serta performa akademik yang rendah. Oleh karena itu, MBG dirancang bukan sebagai bantuan sementara, melainkan sebagai bentuk investasi publik jangka panjang dalam pengembangan modal manusia.

Program ini didasarkan pada prinsip ekonomi modal manusia yang telah diakui secara global, termasuk teori dari Becker dan Schultz, yang menegaskan bahwa pengeluaran negara untuk kesehatan dan gizi adalah bentuk akumulasi kapital manusia dengan tingkat imbal hasil yang tinggi. Setiap rupiah yang diinvestasikan dalam gizi anak akan berdampak signifikan terhadap produktivitas, daya saing, dan kesejahteraan bangsa di masa depan.

MBG menekankan pentingnya keteraturan dan kualitas gizi dalam setiap porsi makanan yang disediakan di sekolah. Pemenuhan zat gizi mikro dan energi yang sesuai standar menjadi prasyarat agar proses belajar dapat berjalan optimal. Ketika anak hadir di kelas dalam kondisi lapar atau kekurangan nutrisi, fungsi otak terganggu akibat penurunan gula darah dan kelelahan mental, sehingga pembelajaran menjadi tidak efektif. Dengan MBG, pemerintah menegaskan komitmen untuk membangun fondasi kesehatan dan kognitif yang kokoh sejak dini.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya