Program Makan Bergizi Gratis Dorong Transformasi SDM Nasional
MBG menjadi langkah strategis pemerintah untuk membangun modal manusia berkualitas melalui pemenuhan gizi anak usia sekolah sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan hingga 2045.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 15.39 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 28x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pemerintah kini mengambil langkah taktis dengan mewujudkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju visi Indonesia Emas 2045. Di tengah momentum bonus demografi yang mencapai puncaknya dalam dekade ini, keberhasilan transformasi ekonomi dan sosial bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang unggul. Tanpa pemenuhan gizi yang memadai, potensi generasi muda yang melimpah tidak akan mampu menopang pertumbuhan produktivitas nasional.
Kegagalan dalam menangani stunting, gizi buruk, dan asupan energi yang tidak mencukupi di kalangan anak sekolah telah menjadi hambatan nyata terhadap perkembangan kognitif dan fisik. Fakta lapangan menunjukkan bahwa anak-anak yang mengalami defisit gizi sering kali mengalami kesulitan konsentrasi, daya ingat terbatas, serta performa akademik yang rendah. Oleh karena itu, MBG dirancang bukan sebagai bantuan sementara, melainkan sebagai bentuk investasi publik jangka panjang dalam pengembangan modal manusia.
Program ini didasarkan pada prinsip ekonomi modal manusia yang telah diakui secara global, termasuk teori dari Becker dan Schultz, yang menegaskan bahwa pengeluaran negara untuk kesehatan dan gizi adalah bentuk akumulasi kapital manusia dengan tingkat imbal hasil yang tinggi. Setiap rupiah yang diinvestasikan dalam gizi anak akan berdampak signifikan terhadap produktivitas, daya saing, dan kesejahteraan bangsa di masa depan.
MBG menekankan pentingnya keteraturan dan kualitas gizi dalam setiap porsi makanan yang disediakan di sekolah. Pemenuhan zat gizi mikro dan energi yang sesuai standar menjadi prasyarat agar proses belajar dapat berjalan optimal. Ketika anak hadir di kelas dalam kondisi lapar atau kekurangan nutrisi, fungsi otak terganggu akibat penurunan gula darah dan kelelahan mental, sehingga pembelajaran menjadi tidak efektif. Dengan MBG, pemerintah menegaskan komitmen untuk membangun fondasi kesehatan dan kognitif yang kokoh sejak dini.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gaya Kepemimpinan Luthfi Dapat Pujian Akademisi
Akademisi menilai kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi humanis, kolaboratif, dan berbasis solusi, dengan keterlibatan perguruan tinggi dalam perumusan kebijakan daerah.
24 Oktober 2026

Ancol Tantang Rekor MURI Lewat Estafet Renang 24 Jam dan Bendera Merah Putih 360 Meter
Atlantis Water Adventure Ancol gelar dua aksi pemecahan rekor MURI dalam perayaan Hari Renang Sedunia, melibatkan estafet renang nonstop dan pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 360 meter.
24 Oktober 2026

Bedah Rumah di Kampung Ambon Dorong Pemulihan Secara Komprehensif
Program bedah rumah di Kampung Ambon menjadi strategi integratif untuk menekan peredaran narkoba melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat.
24 Oktober 2026

Dua Wakil Putri Indonesia Gagal ke Final Indonesia Masters 2026
Mutiara Ayu Puspitasari dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi tersingkir dari semifinal Indonesia Masters 2026 setelah kalah dari lawan dari Hong Kong dan China.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

