Jumat, 9 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Proyek Hilirisasi Baterai Rp180 T Resmi Beroperasi

Proyek hilirisasi baterai kendaraan listrik senilai Rp180 triliun di Halmahera Tengah resmi beroperasi, disertai ekspor perdana dan pencapaian serapan kerja lebih dari 100 ribu tenaga lokal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 12.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Proyek Hilirisasi Baterai Rp180 T Resmi Beroperasi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kawasan Industri Weda Bay (IWIP) di Halmahera Tengah, Maluku Utara, kini menorehkan sejarah baru sebagai pusat hilirisasi baterai kendaraan listrik berbasis sumber daya mineral dalam negeri. Peresmian komersialisasi ekosistem baterai EV oleh Presiden Prabowo Subianto pada 8 Oktober 2026 menandai transformasi signifikan dari kawasan yang dulu terisolasi dan minim infrastruktur menjadi lumbung energi masa depan Indonesia. Proyek ini memiliki nilai total investasi mencapai US$10,2 miliar atau setara Rp180 triliun, menjadi bukti nyata komitmen nasional terhadap ketahanan industri strategis.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan perasaan haru saat menyaksikan perjalanan panjang dari awal pembangunan hingga ekspor perdana sel baterai ke pasar global. Ia mengingat kembali kondisi daerah yang dulu terkendala akses, keterbatasan fasilitas, dan tingkat kesejahteraan rendah. “Delapan tahun lalu, Teluk Weda jauh dari kenyamanan infrastruktur dan keterhubungan. Banyak yang meragukan, bahkan menyebut proyek ini mustahil terwujud,” kata Luhut dalam unggahan resminya.

Kini, hasilnya terlihat dari penyerapan tenaga kerja yang melebihi 100 ribu orang, dengan 68 ribu lebih di antaranya merupakan warga asli Maluku Utara yang telah menjalani pelatihan dan sertifikasi teknis. Mereka kini aktif sebagai operator mesin berat, teknisi, hingga tenaga ahli di fasilitas manufaktur. Investasi senilai US$580 juta telah terealisasi di PT REPT Battero, dengan kapasitas produksi 8 GWh per tahun, yang diproyeksikan mampu menghasilkan omset hingga US$1 miliar tahunan. Ekspansi kawasan juga akan dilanjutkan melalui 11 proyek strategis baru bernilai Rp160 triliun, membuka 13.950 lapangan kerja tambahan.

Dalam momentum peresmian, dilakukan pula peletakan batu pertama untuk fasilitas smelter aluminium, pabrik komponen baterai, hingga produksi alat berat dan truk pengangkut EV. Program sosial pun turut diperkuat melalui pembangunan infrastruktur desa dan penyediaan air bersih bagi masyarakat sekitar. Luhut menegaskan bahwa keberhasilan ini membuktikan Indonesia mampu menjadi bagian penting dalam rantai pasok global kendaraan listrik, sekaligus memberi peluang ekonomi berkelanjutan bagi daerah terdepan di Indonesia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya