Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Proyek Strategis Rp121 T Resmi Dibangun di Maluku Utara

Presiden Prabowo resmikan peletakan batu pertama tujuh proyek strategis senilai US$ 6,8 miliar di IWIP Halmahera Tengah, fokus pada hilirisasi nikel dan ekosistem baterai listrik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Proyek Strategis Rp121 T Resmi Dibangun di Maluku Utara📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara langsung meresmikan dimulainya pembangunan tujuh proyek strategis di Kawasan Industri Weda Bay (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara. Proyek dengan nilai investasi total US$ 6,8 miliar atau sekitar Rp121,8 triliun ini menjadi langkah krusial dalam mewujudkan visi hilirisasi sumber daya mineral nasional. Peresmian dilakukan dalam acara peletakan batu pertama yang dihadiri oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, serta sejumlah pemimpin perusahaan dan stakeholder terkait.

Seluruh proyek yang mulai dibangun berfokus pada penguatan rantai pasok komponen kendaraan listrik dan energi terbarukan. Di antaranya adalah fasilitas pemrosesan nikel untuk bahan baku baterai, pabrik separator baterai pertama di Indonesia, dua unit pabrik aluminium elektrolit, alat berat listrik untuk operasi pertambangan, serta produksi kaca fotovoltaik untuk pembangkit listrik tenaga surya. Proyek-proyek ini merupakan bagian dari 11 proyek strategis yang secara keseluruhan bernilai US$ 10,2 miliar, dengan fokus pada transformasi industri berbasis sumber daya alam lokal.

Kawasan IWIP yang menjadi lokasi pembangunan memiliki luas mencapai 3.000 hektar dan didukung kapasitas pembangkit listrik terpasang melebihi 7,1 Gigawatt. Kehadiran infrastruktur listrik yang memadai menjadi fondasi penting untuk mendukung operasional industri intensif energi. Menurut Rosan Roeslani, kehadiran ekosistem terpadu ini akan memposisikan Indonesia sebagai bagian integral dari rantai pasok global baterai kendaraan listrik, sekaligus mendorong industrialisasi yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menegaskan bahwa tujuan utama dari seluruh proyek adalah memperkuat kedaulatan ekonomi melalui hilirisasi yang berkelanjutan. Dengan pembangunan fasilitas bahan baku dan komponen listrik di dalam negeri, diharapkan dapat menciptakan lebih dari 10.000 lapangan kerja langsung dan meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam yang sebelumnya diekspor dalam bentuk mentah. Proyek ini juga menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mendorong transformasi industri yang berbasis teknologi dan ramah lingkungan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya