Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Proyeksi Pertumbuhan ASEAN+3 Naik Jadi 4,1 Persen Tahun 2027

AMRO menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi kawasan ASEAN+3 untuk 2027 menjadi 4,1 persen, didorong kuatnya ekspor dan investasi di sektor kecerdasan buatan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 09.05 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Proyeksi Pertumbuhan ASEAN+3 Naik Jadi 4,1 Persen Tahun 2027📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kantor Penelitian Makroekonomi ASEAN+3 (AMRO) mengumumkan kenaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi kawasan ASEAN+3 pada tahun 2027 menjadi 4,1 persen, meningkat 0,1 poin persentase dari perkiraan sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh momentum kuat dalam aktivitas ekspor dan investasi, khususnya di sektor teknologi kecerdasan buatan yang terus berkembang pesat. Pertumbuhan ekonomi untuk 2026 tetap dipertahankan pada angka 4,1 persen, menunjukkan stabilitas jangka menengah dalam dinamika ekonomi regional.

Dong He, ekonom kepala AMRO, menyatakan bahwa siklus investasi di bidang kecerdasan buatan telah menjadi pendorong utama aktivitas ekonomi di kawasan, meskipun permintaan domestik masih menunjukkan ketidakmerataan antar negara. Ia menekankan bahwa tekanan terhadap pasokan energi dan bahan baku industri tidak separah diperkirakan sebelumnya, sehingga tidak menimbulkan gangguan besar terhadap produksi di berbagai sektor utama.

Namun, biaya energi dan logistik yang tinggi tetap menjadi beban berkelanjutan bagi daya beli masyarakat dan operasional bisnis. Hal ini berpotensi membatasi pertumbuhan konsumsi dan investasi secara keseluruhan jika tidak ditangani secara efektif. AMRO menekankan bahwa prospek ekonomi ke depan tetap sensitif terhadap tren permintaan global terkait kecerdasan buatan, yang dapat menjadi katalis positif atau negatif terhadap ekspor dan aliran modal.

Risiko yang perlu diwaspadai mencakup kemungkinan gangguan pasokan energi dari Timur Tengah, persistensi fenomena El Nino yang memengaruhi produksi pertanian, serta volatilitas pasar keuangan global. Di samping itu, ancaman kebijakan proteksionis yang lebih ketat juga berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi regional. AMRO menyerukan kebijakan koordinasi regional yang komprehensif untuk memperkuat ketahanan ekonomi kawasan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya