PSSI Siap Sanksi Klub karena Kegagalan Kendalikan Suporter Brutal
PSSI mengancam potong poin klub yang gagal menangani aksi brutal suporter, menyusul insiden rusaknya bus tim dan penyerangan di Jawa Tengah.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 23.24 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 34x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - PSSI mempersiapkan langkah tegas terhadap klub yang dinilai gagal mengendalikan suporter mereka setelah insiden kekerasan yang melibatkan oknum pendukung di wilayah Jawa Tengah. Aksi tersebut mencakup perusakan bus tim Elite Pro Academy (EPA) Persib dan serangan terhadap suporter Persija, yang menggambarkan tren meningkatnya kekerasan di luar stadion. Tindakan ini menjadi peringatan bagi manajemen klub untuk lebih ketat dalam memantau dan membina para pendukung.
Ketua Umum PSSI menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban di sepak bola bukan hanya tanggung jawab panitia pelaksana, tetapi juga kewajiban utama klub sebagai institusi. Klub yang tidak mampu mencegah atau menangani pelanggaran dari suporternya berpotensi menerima sanksi berupa pengurangan poin dalam kompetisi. Langkah ini dimaksudkan untuk mendorong kewajiban proaktif dari klub dalam menjaga citra dan stabilitas kompetisi.
Insiden tersebut memicu reaksi keras dari internal PSSI, yang menilai kejadian serupa tidak boleh lagi dianggap sebagai kejadian terpisah, melainkan bagian dari sistem yang perlu direformasi. Pihak manajemen klub diminta memperkuat mekanisme pengawasan dan kolaborasi dengan kepolisian untuk mencegah eskalasi konflik. Sanksi berat seperti pengurangan poin dianggap sebagai alat efektif untuk menekan klub agar lebih responsif terhadap perilaku suporter.
PSSI menegaskan bahwa keberlangsungan kompetisi harus didukung oleh lingkungan yang aman, terkendali, dan sesuai nilai-nilai olahraga. Dengan mengimplementasikan sanksi terhadap klub, federasi berharap muncul budaya tanggung jawab bersama antara manajemen, suporter, dan pengelola liga. Tujuannya adalah menciptakan iklim sepak bola yang sehat dan berkelanjutan tanpa mengorbankan keamanan publik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Torehkan Sejarah di Asian Para Games 2026
Kontingen Indonesia menutup Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 dengan 73 medali, melampaui target emas dan menempati posisi delapan secara keseluruhan.
24 Oktober 2026

Veda Ega Ukir Sejarah dengan Pole Pertama di Moto3 Australia
Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama mencatatkan sejarah sebagai rider pertama asal Tanah Air yang meraih posisi terdepan dalam kualifikasi Moto3 Australia 2026.
24 Oktober 2026

Veda Ega Catat Sejarah, Raih Pole Position Pertama di Moto3
Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, mencatat sejarah sebagai rider pertama dari nusantara yang meraih posisi terdepan dalam kualifikasi Moto3 di Phillip Island, Australia.
24 Oktober 2026

Audero Siap Perkuat Rayo Hadapi Elche
Kiper Timnas Indonesia Emil Audero siap tampil lagi saat Rayo Vallecano menjamu Elche dalam lanjutan La Liga, dengan target menjaga konsistensi pertahanan dan bantu tim raih poin penuh.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

