Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

PT Nations Petroleum Kelola Blok Natuna D-Alpha dengan Teknologi Modern

Pemerintah menyerahkan pengelolaan blok gas Natuna D-Alpha kepada PT Nations Petroleum setelah lelang resmi, dengan target pengembangan berbasis teknologi terkini untuk mengatasi kandungan CO2 tinggi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 21.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
PT Nations Petroleum Kelola Blok Natuna D-Alpha dengan Teknologi Modern📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah resmi menyerahkan pengelolaan Wilayah Kerja Migas Natuna D-Alpha kepada PT Nations Petroleum, anak usaha Arsari Group, berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 108.K/MG.4/DJM/2026 yang dikeluarkan pada 17 September 2026. Penyerahan ini merupakan hasil dari lelang enam wilayah kerja migas yang digelar secara terbuka, dengan total komitmen investasi tiga tahun pertama mencapai US$141,512 juta dan bonus tanda tangan sebesar US$1,6 juta. Proyek ini menjadi langkah strategis dalam mengakselerasi pengembangan potensi gas raksasa yang telah lama tertunda.

Blok Natuna D-Alpha, yang terletak di lepas pantai Kepulauan Natuna, memiliki potensi sumber daya gas melebihi 200 triliun kaki kubik (TCF), menjadikannya salah satu wilayah dengan cadangan terbesar di Indonesia. Namun, pengembangan proyek ini sempat terhambat selama lebih dari lima dekade karena kandungan karbon dioksida (CO2) yang mencapai lebih dari 70%, membuatnya dianggap tidak ekonomis dengan teknologi sebelumnya. Kini, kemajuan teknologi pengolahan gas dinilai telah mengubah paradigma tersebut, memungkinkan eksploitasi yang lebih efisien meski dengan komposisi gas yang kompleks.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa kemajuan teknologi kini memungkinkan skema pengolahan yang lebih fleksibel, termasuk penggunaan fasilitas mini LNG berkapasitas 2 MMSCFD—jauh lebih kecil dibanding standar sebelumnya yang mencapai 100 MMSCFD. Dengan skema tersebut, proyek yang dulu dinilai tidak layak secara ekonomi kini menjadi lebih realistis. Ia menekankan bahwa inovasi teknis menjadi kunci utama dalam menyelesaikan tantangan pengelolaan lapangan dengan kandungan CO2 tinggi.

Pengelolaan Natuna D-Alpha tidak akan dilakukan secara mandiri oleh PT Nations Petroleum. Pemerintah memperkirakan akan dibentuk kerja sama strategis dengan mitra industri lain, sesuai dengan pola yang selama ini diterapkan dalam proyek migas besar. Sejarah panjang blok ini, mulai dari temuan pertama oleh AGIP pada 1973, penunjukan ExxonMobil, hingga berbagai konsorsium yang bubar tanpa hasil, menunjukkan betapa kompleksnya tantangan yang dihadapi. Setelah Pertamina kembali menyerahkan proyek pada 2022 karena keterbatasan investasi, pemerintah akhirnya memecah wilayah East Natuna menjadi tiga bagian, termasuk Natuna D-Alpha, untuk meningkatkan daya tarik bagi investor global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya