Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Puing Roket China Ditemukan di Kalteng, Diduga Bagian dari Misinya

Sebuah puing logam dari roket China Zhuque 2E ditemukan di perkebunan sawit Kotim, setelah roket diluncurkan dari wilayah China pada 14 Oktober 2026 dan jatuh di Indonesia pada 18 Oktober.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 12.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 13x dibuka
Puing Roket China Ditemukan di Kalteng, Diduga Bagian dari Misinya📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebuah serpihan logam yang diduga berasal dari roket China Zhuque 2E ditemukan di wilayah perkebunan kelapa sawit PT Agro Bukit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Penemuan terjadi pada Senin (19/10), setelah warga mendengar suara dentuman pada hari sebelumnya, Minggu (18/10) sekitar pukul 17.36 WIB. Temuan pertama dilaporkan oleh pekerja kebun, dan segera dilaporkan ke otoritas terkait untuk tindak lanjut lebih lanjut.

Identifikasi awal dilakukan berdasarkan koordinasi antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dan pihak bandara. Salah satu petunjuk utama adalah kode yang terukir pada bagian puing, yakni "2ZQE31-20-15 240256KY", yang ditemukan memiliki kesamaan dengan nama model roket Zhuque 2E. Hasil analisis awal menunjukkan kemiripan tinggi, sehingga diduga kuat puing tersebut berasal dari misi peluncuran tersebut.

Roket Zhuque 2E Y4 diluncurkan dari zona percontohan Dongfeng di wilayah barat laut China pada Rabu (14/10) pukul 19.40 waktu Beijing. Misi ini sukses menempatkan sepuluh satelit ke orbit fajar-senja, termasuk delapan satelit dari proyek "star compute" milik Adaspace Technology Co., Ltd. Satelit-satelit tersebut dirancang untuk menguji teknologi komputasi tinggi di luar angkasa, termasuk sistem pendingin cair berdaya 10.000 watt, panel radiasi besar, serta jaringan komunikasi laser antarsatelit.

Puing pertama telah dievakuasi ke Lanud Iskandar Pangkalan Bun untuk identifikasi lebih lanjut dan pemeriksaan keamanan. Pada hari berikutnya, Selasa (20/10), ditemukan lagi satu bagian logam berbentuk kubah dengan komponen kabel masih melekat. Lokasi temuan telah dipasangi garis polisi sebagai bagian dari proses penyelidikan. Semua temuan akan dianalisis lebih lanjut untuk menentukan asal dan kondisi saat jatuh.

Proyek "star compute" yang dibangun oleh Adaspace bertujuan membangun infrastruktur kecerdasan buatan di antariksa melalui pengoperasian 2.800 satelit komputasi. Kelompok pertama diluncurkan Mei 2025, sementara kelompok ketiga dijadwalkan menyusul pada 2026. Pemantauan terhadap puing roket ini menjadi bagian dari upaya mitigasi risiko dan peningkatan kerja sama internasional dalam keamanan penerbangan luar angkasa.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya