Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pupuk Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Lewat Irigasi Berkelanjutan

Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan sistem irigasi di lima daerah, termasuk Gunungkidul, untuk tingkatkan produktivitas pertanian di lahan tadah hujan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Pupuk Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Lewat Irigasi Berkelanjutan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pupuk Indonesia, melalui program Mata Air Indonesia, secara resmi meluncurkan infrastruktur irigasi di Kelurahan Mertelu, Gunungkidul, pada Sabtu (24/10/2026). Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan melalui peningkatan akses air bagi petani di wilayah rawan kekeringan. Kolaborasi dengan Rabu Biru Foundation menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan program yang menargetkan lima lokasi, termasuk Grobogan, Pacitan, Sampang, dan Kupang. Tujuannya adalah menciptakan nilai bersama yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.

Infrastruktur yang dibangun mencakup sumur bor dalam 103 meter, tandon air beton kapasitas 20.000 liter, jaringan pipa irigasi, pompa air berbasis energi surya, serta fasilitas pendukung lainnya. Sistem ini dirancang untuk mengairi lahan seluas 28 hektare yang dikelola oleh 93 petani penerima pupuk bersubsidi. Dengan adanya fasilitas ini, petani di kawasan karst berbatu yang berstatus lahan tadah hujan dapat menjalankan budidaya secara konsisten meski menghadapi musim kemarau panjang. Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menekankan bahwa ketersediaan air adalah fondasi utama agar penggunaan pupuk dan teknologi pertanian lainnya berdampak optimal.

Program juga menyertakan pelatihan bagi petani, mencakup manajemen satu musim tanam, pemilihan varietas unggul adaptif kering, perawatan sumur bor, serta pengelolaan hasil panen. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas teknis dan ekonomi petani secara menyeluruh. Rahmad menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga dan mengelola infrastruktur. Ia berharap sistem irigasi dapat menjadi aset bersama yang berkelanjutan dan mendukung kesejahteraan petani dalam jangka panjang.

Ketua Komisi IV DPR RI sekaligus Dewan Pembina Rabu Biru Foundation, Siti Hediati Soeharto, menyambut positif kehadiran program ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menangani tantangan pertanian di daerah terpencil. Menurutnya, akses air yang stabil akan mendorong petani tetap produktif dan mengurangi ketergantungan pada kondisi alam. Ia juga menyampaikan harapan agar program serupa dapat diperluas ke wilayah lain yang mengalami krisis air.

Sebagai bentuk dukungan lintas sektor, Pupuk Indonesia juga menyerahkan satu unit ambulans kepada masyarakat Gunungkidul melalui Yayasan Sehat Hijau Sejahtera Yogyakarta. Bantuan ini diharapkan memperkuat sistem kesehatan darurat di wilayah terpencil. Salah satu petani, Suyoto, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia berharap hasil panen bisa meningkat signifikan, sehingga kesejahteraan keluarga dan komunitas juga ikut membaik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya