Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pupuk Indonesia Dorong Skala Komersial Teknologi CCU untuk Dekarbonisasi

Pupuk Indonesia menegaskan komitmen mendukung transformasi industri hijau melalui pengembangan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) di skala komersial.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 12.27 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 43x dibuka
Pupuk Indonesia Dorong Skala Komersial Teknologi CCU untuk Dekarbonisasi📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pupuk Indonesia menegaskan langkah strategis dalam mendukung dekarbonisasi industri dengan fokus pada pengembangan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) sebagai bagian dari transformasi berkelanjutan. Komitmen ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama perusahaan, Rahmad Pribadi, yang menyebut dukungan dari Kementerian Perindustrian sebagai fondasi penting dalam perjalanan transformasi tersebut. Ia menegaskan bahwa arahan dan arahan kebijakan dari kementerian menjadi landasan utama dalam pengembangan inovasi ramah lingkungan di sektor pupuk.

Proyek percontohan yang dilakukan di Petrokimia Gresik telah berhasil menunjukkan bukti konsep (proof of concept) yang menjanjikan. Hasil uji coba tersebut menjadi dasar untuk mengevaluasi kelayakan teknologi secara teknis dan ekonomi sebelum dilakukan perluasan ke skala komersial. Rahmad menekankan bahwa proses pengembangan tidak hanya berorientasi pada pengurangan emisi, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah melalui pemanfaatan karbon hasil proses industri, yang berpotensi meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan.

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyatakan bahwa Petrokimia Gresik berpotensi menjadi pelopor penerapan CCU di Indonesia. Ia menilai proyek kolaboratif antara Kementerian Perindustrian, Pupuk Indonesia, Petrokimia Gresik, dan UWin Resources Regeneration Inc. sebagai langkah maju dalam membangun industri hijau nasional. Menurutnya, keberhasilan proyek percontohan ini tidak hanya berdampak pada sektor pupuk, tetapi juga menjadi contoh bagi industri lain dalam menerapkan teknologi pengurangan emisi secara efektif.

Daconi Khotob, Direktur Utama Petrokimia Gresik, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam proyek CCU selaras dengan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap keberlanjutan. Ia menekankan pentingnya inovasi dan efisiensi dalam menjalankan operasional perusahaan secara ramah lingkungan. Kolaborasi ini, menurutnya, menjadi bagian dari upaya mendukung target nasional seperti Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) 2030 dan Net Zero Emission (NZE) 2060.

Hingga tahun 2025, Petrokimia Gresik telah berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar hampir 400 ribu ton CO₂e melalui berbagai program dekarbonisasi. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa transformasi industri dapat dilakukan tanpa mengorbankan produktivitas, tetapi justru memperkuat keberlanjutan dan daya saing di pasar global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya