Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Qualcomm Bantah Isu Overheat Snapdragon 8 Elite Extreme

Qualcomm membantah tudingan overheat pada chipset Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, menegaskan tidak ada masalah suhu sistemik dan menekankan kolaborasi dengan produsen perangkat untuk optimalisasi performa.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 21.02 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 87x dibuka
Qualcomm Bantah Isu Overheat Snapdragon 8 Elite Extreme📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Qualcomm secara tegas menolak klaim yang menyebutkan bahwa chipset terbarunya, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, mengalami masalah panas berlebih saat digunakan dalam kondisi beban tinggi. Perusahaan menegaskan bahwa laporan tersebut tidak mencerminkan realitas teknis dan menekankan bahwa inovasi yang dihadirkan dalam platform flagship generasi terbaru merupakan hasil dari kerja keras dan pengembangan yang berkelanjutan. Dalam pernyataan resmi, juru bicara perusahaan menegaskan komitmen Qualcomm terhadap kualitas dan keunggulan teknologi yang dihadirkan bagi pengguna global.

Menanggapi isu yang beredar, Don McGuire, CMO Qualcomm, memperjelas bahwa tidak ada kelainan suhu secara sistemik pada chipset tersebut. Ia menjelaskan bahwa setiap produsen perangkat (OEM) memiliki proses penyesuaian internal saat meluncurkan produk baru, termasuk penyetelan performa dan konsumsi daya untuk menyesuaikan dengan desain perangkat dan kebutuhan pengguna. Proses ini, menurutnya, merupakan bagian rutin dari siklus pengembangan perangkat, bukan indikasi kegagalan teknis dari chipset.

Isu ini muncul menyusul kabar bahwa Samsung mempertimbangkan penggunaan prosesor buatan sendiri, Exynos 2700, sebagai alternatif untuk Galaxy S27 Ultra, alih-alih menggunakan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Laporan dari media Korea menyebut bahwa tim Samsung melakukan uji validasi dan menemukan bahwa chipset Qualcomm mengalami penurunan performa akibat overheating saat digunakan dalam aktivitas intensif seperti gaming atau pemrosesan AI berkelanjutan. Fenomena ini dikenal sebagai throttling, yang terjadi saat perangkat menurunkan kecepatan untuk mencegah kerusakan akibat panas berlebih.

Seorang sumber industri menyampaikan bahwa Samsung telah menyampaikan masalah tersebut kepada Qualcomm pada bulan lalu dan meminta penyelesaian paling lambat pada paruh pertama Oktober. Hingga saat ini, Qualcomm belum berhasil memenuhi standar stabilitas suhu yang diminta Samsung. Jika perbaikan dapat dilakukan, Samsung tetap berkomitmen untuk menggunakan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 sesuai rencana awal. Namun, jika tidak, perusahaan akan mengevaluasi Exynos 2700 sebagai solusi alternatif, terutama mengingat fokus utama Galaxy S27 Series pada pengembangan fitur AI yang membutuhkan performa stabil dan efisien.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya