Qualcomm Soroti Keterbatasan Memori Global, Bukan Chip
Qualcomm menegaskan kelangkaan memori bukan disebabkan oleh chip, melainkan dominasi penggunaan untuk data center yang memicu kenaikan harga perangkat.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 12.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Qualcomm mengungkapkan bahwa keterbatasan pasokan memori global bukan berasal dari produksi chipset, melainkan dari permintaan tinggi yang didorong oleh infrastruktur pusat data. Don McGuire, Executive VP and CMO Qualcomm Incorporated, menjelaskan bahwa sebagian besar memori yang diproduksi saat ini dialokasikan untuk kebutuhan komputasi skala besar, sehingga mengurangi ketersediaan untuk perangkat elektronik konsumen. Hal ini menimbulkan tekanan terhadap rantai pasokan perangkat mobile dan menambah kompleksitas produksi.
Meski Qualcomm tidak memproduksi memori, perusahaan mengakui bahwa keterbatasan komponen tersebut turut memengaruhi pengembangan dan harga smartphone. Dalam acara Snapdragon Partners & Media Event Indonesia 2026, Don menekankan bahwa Qualcomm mampu memasok chip Snapdragon sesuai permintaan pelanggan, tetapi tantangan utama kini berada pada kemampuan mitra produksi untuk mendapatkan pasokan memori dari sumber lain. "Kami tidak mengalami kelangkaan chip, tetapi pelanggan kami harus berhadapan dengan keterbatasan pasokan memori dari pemasok eksternal," ujarnya.
Untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan memori fisik, Qualcomm tengah mempercepat inovasi teknologi, khususnya dengan memperkenalkan High-Performance Computing (HPC) ke dalam perangkat smartphone. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan memori, sehingga memungkinkan perangkat berkinerja tinggi meski dengan kapasitas memori terbatas. Inovasi ini diperkirakan mulai muncul di pasar pada awal 2027.
Don menyatakan optimisme bahwa krisis memori akan mereda pada akhir 2027 atau awal 2028, seiring dengan penyesuaian produksi dan permintaan pasar. Namun, ia tidak dapat memastikan apakah tren kenaikan harga perangkat akan berlanjut, mengingat permintaan tinggi terus berlanjut, terutama seiring munculnya era agentic AI. Qualcomm berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan mitra industri guna memastikan perangkat dapat tersedia secara luas meski dalam kondisi pasokan yang ketat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Cara Mengembalikan Akses Akun Google dan Gmail
Google menyediakan prosedur resmi untuk memulihkan akun yang terkunci, termasuk melalui verifikasi identitas dan metode pemulihan yang terintegrasi.
2 Oktober 2026

iPhone 16 Pro Max Jadi Pilihan Terbaik Sebelum Rilis iPhone 18
Menjelang peluncuran iPhone 18 Pro, harga iPhone generasi sebelumnya mengalami kenaikan signifikan, membuat iPhone 16 Pro Max menjadi pilihan paling bernilai di pasar Indonesia.
2 Oktober 2026

Huawei Mate 90 Series Siap Meluncur dengan Chip Kirin Terbaru
Peluncuran Huawei Mate 90 Series dijadwalkan 1 Oktober 2026, mengusung varian chip Kirin berbeda dan fitur canggih di setiap model.
30 September 2026

Lutut Sakit Parah? Pertimbangkan Knee Replacement dengan Teknologi Robotik
Nyeri lutut kronis akibat osteoartritis berat yang tak kunjung sembuh perlu dievaluasi secara menyeluruh untuk menentukan kapan operasi penggantian sendi diperlukan.
30 September 2026
Berita Lainnya

Data Center Jatiluhur Dihentikan Sementara, Kajian Lingkungan Jadi Fokus
Jumat, 2 Oktober 2026, 12.06 WITA

LEGO PlayStation 1 Rilis dengan 1.911 Keping, Rayakan Era Legendaris
Jumat, 2 Oktober 2026, 12.06 WITA

13 Wilayah Diprediksi Alami Hujan Lebat Hari Ini
Jumat, 2 Oktober 2026, 12.06 WITA

Suhu Naik, Pendapatan UMKM Menurun Drastis
Jumat, 2 Oktober 2026, 12.05 WITA

Super El Nino Ancam Kemarau Lebih Panjang di Indonesia
Jumat, 2 Oktober 2026, 12.05 WITA

Robot Humanoid Digit 5 Siap Kerja 20 Jam Nonstop
Jumat, 2 Oktober 2026, 12.05 WITA

Serangan Drone Houthi Timpa Pembangkit Listrik Madinah
Jumat, 2 Oktober 2026, 12.05 WITA

TPK Hotel Turun Pasca Liburan, Bali Masih Unggul
Jumat, 2 Oktober 2026, 12.04 WITA

