Rabbi Israel Tolak Hak Palestina, Kecaman Global Menguat
Pernyataan kepala Rabbi Sephardi Israel yang menyangkal eksistensi rakyat Palestina dan hak mereka atas tanah memicu kecaman internasional atas retorika yang dinilai mengancam kemanusiaan.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 09.07 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Seorang pemimpin agama Yahudi tingkat tinggi di Israel menimbulkan kontroversi global setelah menyatakan bahwa tidak ada rakyat Palestina dan mereka tidak memiliki hak atas wilayah apa pun. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah forum di Museum Gush Katif, Yerusalem Barat, pada bulan Agustus lalu, di mana tokoh tersebut juga menyatakan klaim eksklusif atas wilayah Gaza dan sejumlah kota di Tepi Barat yang diduduki. Ia bahkan menyerukan penghancuran Gaza serta ekspansi pemukiman Yahudi di wilayah tersebut, yang menimbulkan kekhawatiran atas eskalasi konflik.
Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), organisasi hak sipil dan advokasi Muslim terbesar di Amerika Serikat, mengecam tegas pernyataan yang dianggap memperkeruh tensi dan menyangkal eksistensi bangsa Palestina secara sistematis. Nihad Awad, Direktur Eksekutif Nasional CAIR, menyatakan bahwa pernyataan seorang pemimpin agama yang menyangkal keberadaan suatu bangsa merupakan bentuk retorika kebencian yang berbahaya. Menurutnya, semacam pernyataan tidak hanya merendahkan martabat manusia Palestina, tetapi juga menciptakan iklim yang dapat membenarkan kekerasan.
Awad menekankan bahwa rakyat Palestina memiliki sejarah panjang, identitas budaya yang kaya, serta hubungan mendalam dengan tanah air mereka. Ia menegaskan bahwa hak-hak dasar manusia, termasuk atas tanah, kebebasan, dan keamanan, bukanlah sesuatu yang dapat diberikan atau dicabut oleh pihak tertentu. Pernyataan semacam itu, kata dia, berpotensi menormalisasi pelanggaran hak asasi manusia dan melemahkan prinsip-prinsip kemanusiaan global.
CAIR menyerukan seluruh pihak internasional untuk menolak retorika yang menyangkal eksistensi bangsa dan menghormati martabat serta hak-hak rakyat Palestina sebagaimana yang dijamin oleh hukum internasional. Dalam pernyataannya, organisasi ini menekankan bahwa keberadaan Palestina bukanlah soal izin atau anugerah, melainkan hak historis dan kemanusiaan yang tak terbantahkan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Buku Sastra 'Memburu Muhammad' Dihadapkan pada Tekanan dan Ancaman
Karya sastra kumpulan cerpen Feby Indirani menghadapi tekanan besar setelah diskusi publiknya dibatalkan, menyusul ancaman dan serangan daring yang masif, menimbulkan kekhawatiran terhadap kebebasan berekspresi.
30 September 2026

Gurun Atacama Berubah Jadi Padang Bunga Akibat Hujan Lebat
Wilayah tandus Atacama di Chile tiba-tiba mekar dengan bunga ungu dan putih setelah hujan deras akibat fenomena El Nino mengguyur kawasan tersebut.
30 September 2026

Malaysia Mulai Pulangkan Ribu Pengungsi Rohingya ke Myanmar
Malaysia memulai pemulangan 1.476 pengungsi Rohingya ke Myanmar meski PBB memperingatkan risiko keamanan dan pelanggaran hak asasi manusia di negara tujuan.
30 September 2026

Oposisi Israel Bentuk Tim Gabungan Hadapi Pemilu
Aliansi lima partai oposisi Israel bentuk tiga tim kerja untuk persiapkan pemilu dan bangun pemerintahan Zionis tanpa partai Arab.
30 September 2026
Berita Lainnya

Bebe Rexha Ungkap Bantuan Taylor Swift Saat Kesulitan Gaun di Grammy 2019
Rabu, 30 September 2026, 09.27 WITA

Kejagung Perluas Penyidikan Korupsi MBG dengan Tersangka Baru dari TNI
Rabu, 30 September 2026, 09.08 WITA

Netanyahu Bertemu Pejabat 10 Negara dalam Kunjungan Rahasia ke UEA
Rabu, 30 September 2026, 09.07 WITA

Perempuan Pertama Pimpin Pemerintahan Maroko
Rabu, 30 September 2026, 09.06 WITA

Kejanggalan Data Pendidikan Gibran di Tiga Institusi
Rabu, 30 September 2026, 09.06 WITA

MK Tak Berwenang Adili Gugatan Pencalonan Politik
Rabu, 30 September 2026, 09.06 WITA

Googlebook Diluncurkan, Tapi Kecolongan di Pencarian
Rabu, 30 September 2026, 09.06 WITA

Isi Baterai Motor Listrik Semalaman, Apakah Aman?
Rabu, 30 September 2026, 09.05 WITA

