Kamis, 24 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ramadan 2027 Diprediksi Dimulai 8 Februari, Idul Fitri Berpotensi Berbeda Hari

Perhitungan astronomi menunjukkan Ramadan 1448 H diproyeksikan dimulai pada 8 Februari 2027, namun Idul Fitri berpotensi berbeda satu hari antar kriteria.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 09.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Ramadan 2027 Diprediksi Dimulai 8 Februari, Idul Fitri Berpotensi Berbeda Hari📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perkiraan awal bulan Ramadan tahun 2027 telah dirilis oleh pakar dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dengan hasil konsisten di tiga kriteria kalender Hijriah utama. Berdasarkan analisis astronomis, 1 Ramadan 1448 H diperkirakan jatuh pada Senin, 8 Februari 2027, sesuai dengan standar MABIMS, Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) ala Turki, serta sistem Ummul Quro Arab Saudi. Prediksi ini didasarkan pada posisi bulan saat matahari terbenam pada 7 Februari 2027, yang telah memenuhi syarat kriteria masing-masing.

Dalam penjelasannya, Thomas Djamaluddin menyebut bahwa kondisi astronomi pada malam tersebut memenuhi parameter tinggi bulan dan jarak sudut antara bulan dan matahari menurut ketiga metode perhitungan. Di Indonesia, kriteria MABIMS mensyaratkan ketinggian bulan minimal 3 derajat dan elongasi geosentrik minimal 6,4 derajat. Sementara kriteria Turki dan KHGT menetapkan standar yang lebih ketat, yaitu tinggi bulan minimal 5 derajat dengan elongasi minimal 8 derajat. Kedua kriteria ini juga terpenuhi pada tanggal tersebut, sehingga menghasilkan kesepakatan tanggal yang sama.

Kalender resmi Muhammadiyah yang telah diterbitkan juga mencantumkan 1 Ramadan 1448 H pada 8 Februari 2027, menunjukkan konsistensi dengan hasil perhitungan astronomis. Namun demikian, perlu dicatat bahwa prediksi ini masih bersifat ilmiah dan belum menjadi penetapan resmi oleh pemerintah. Keputusan akhir tetap bergantung pada hasil rukyatul hilal yang dilakukan secara nasional dan internasional, yang berpotensi menghasilkan perbedaan jika kondisi pengamatan berbeda.

Ketidakseragaman berpotensi muncul pada penentuan Idul Fitri. Pada 8 Maret 2027, saat matahari terbenam, kondisi bulan belum memenuhi kriteria MABIMS di wilayah Indonesia, sehingga 1 Syawal 1448 H menurut kriteria ini diperkirakan jatuh pada 10 Maret. Namun, kriteria Turki dan Ummul Quro telah terpenuhi, menghasilkan tanggal 9 Maret sebagai 1 Syawal. Akibatnya, meski Ramadan 2027 berpotensi dimulai serentak, Idul Fitri diperkirakan berbeda satu hari tergantung metode penentuan yang digunakan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya