Rapat KSSK Segera Digelar Usai MSCI Buka Konsultasi Reklasifikasi
Pertemuan Komite Stabilitas Sistem Keuangan digelar hari ini menyusul konsultasi MSCI soal perubahan status pasar saham Indonesia dari emerging ke standalone market.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 15.44 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 133x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto telah menetapkan agenda pertemuan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada hari ini, Jumat, 16 Oktober 2026. Pertemuan ini disiapkan sebagai respons terhadap keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membuka konsultasi publik terkait perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia. Kegiatan ini dijadwalkan setelah pasar mengalami tekanan signifikan akibat isu tersebut, yang langsung memicu penurunan tajam terhadap indeks dan nilai tukar rupiah.
IHSG sempat berada di level 5.211,84 pada pukul 09.34 WIB, turun 651,94 poin atau 11,12% dari posisi pembukaan pagi. Pergerakan negatif dimulai dari level 5.393,92 pada pukul 09.00 WIB, dengan rentang harian berada antara 5.193,22 hingga 5.404,51. Pelemahan ini terjadi seiring kekhawatiran pasar atas potensi penurunan keterlibatan investor asing jika status pasar tidak memenuhi standar global.
MSCI mengumumkan rencana reklasifikasi pasar Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market, dengan penilaian akhir yang ditargetkan pada 30 Juni 2027. Alasan utama yang disebutkan mencakup kekhawatiran terkait transparansi kepemilikan saham, potensi perdagangan terkoordinasi, serta konsistensi penegakan aturan pasar. Meski regulator telah meluncurkan serangkaian reformasi, MSCI menilai belum terjadi perbaikan yang cukup signifikan dan berkelanjutan.
Sebagai dampaknya, MSCI memutuskan untuk mempertahankan status quo dalam indeks global. Tidak akan ada kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF), penambahan saham ke MSCI Indonesia Investable Market Index (IMI), maupun peningkatan kapitalisasi saham dalam indeks besar. Masyarakat dan pelaku pasar diberi kesempatan menyampaikan masukan hingga 30 April 2027, dengan kemungkinan evaluasi ulang jika terdapat bukti perbaikan substantif dalam tata kelola pasar.
Di sisi nilai tukar, rupiah mengalami tekanan signifikan. Pada perdagangan pagi, mata uang domestik dibuka melemah 0,33% ke posisi Rp17.980 per dolar AS. Dalam waktu dua menit, pelemahan memperdalam hingga menyentuh level Rp18.000/US$, menunjukkan ketidakpastian yang tinggi di pasar keuangan. Pertemuan KSSK menjadi momen strategis untuk menyelaraskan respons kebijakan guna menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026

Sepeda Listrik Diskon 50% di Transmart, Mulai Rp3,68 Juta
Transmart gelar diskon besar-besaran untuk sepeda listrik hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit tertentu, berlaku 25 Oktober 2025 di seluruh gerai.
24 Oktober 2026

BYAN Buka Suara Soal Transaksi Saham ke Jhonlin Baratama
Perseroan menyatakan belum ada perubahan pengendalian meski transaksi saham ke Jhonlin Baratama terjadi pada harga seragam Rp2.588 per saham.
24 Oktober 2026

BRI Perkuat Nilai Saham Lewat Buyback Rp1 Triliun
BRI resmi luncurkan program buyback saham tahap kedua senilai maksimal Rp1 triliun, berlangsung hingga Januari 2027, dengan tetap jaga kesehatan permodalan dan kepercayaan pemegang saham.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

BYD Atto 1 Kuasai Pasar Mobil Listrik September 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

LCGC Mulai Tergerus, Industri Tawarkan Solusi Hybrid
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

Teknologi REEV Dorong Hemat BBM 65 Km Per Liter
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

Wall Street Picu Pelemahan Bursa Asia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

IHSG Melonjak, Saham BBRI dan AMMN Pimpin Penguatan Pasar
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.03 WITA

IHSG Awal Perdagangan Naik 0,18% ke 5.397
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.03 WITA

Rupiah Melemah Tipis di Awal Pekan, Tekanan Global Masih Menghantui
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.03 WITA

Bank Mandiri Bagi Dividen Rp50,63 Triliun dan Realisasi Buyback 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.03 WITA

