Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Recall Omoda 5 di Malaysia Akibat Patah As Roda Belakang

Chery Auto Malaysia melakukan recall terhadap hampir 9.000 unit Omoda 5 untuk periksa dan ganti komponen as roda belakang pasca insiden kecelakaan akibat roda terlepas.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 23.09 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 36x dibuka
Recall Omoda 5 di Malaysia Akibat Patah As Roda Belakang📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Chery Auto Malaysia mengumumkan penarikan kembali atau recall terhadap sejumlah kendaraan Chery Omoda 5 karena adanya risiko patah as roda belakang. Keputusan ini diambil setelah terjadi insiden pada 6 Oktober 2026 di Johor Bahru, Malaysia, ketika satu unit Omoda 5 mengalami kecelakaan akibat as roda belakang terlepas dari bodi mobil. Insiden tersebut terekam dalam video yang beredar luas di media sosial, menunjukkan kendaraan melintang di jalan dengan roda belakang dan asnya terlepas sepenuhnya.

Perusahaan telah berkoordinasi dengan Departemen Transportasi Jalan (JPJ) Malaysia untuk menangani insiden tersebut. Sejak pernyataan resmi pada 11 Oktober, Chery menyatakan akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh kendaraan yang terdampak. Jika ditemukan kerusakan pada komponen as roda belakang, penggantian akan dilakukan secara gratis tanpa biaya tambahan bagi pemilik kendaraan.

Untuk memastikan kendaraan mereka terdaftar dalam program recall, pemilik Omoda 5 diharapkan memasukkan nomor identifikasi kendaraan (VIN) melalui situs resmi Chery Auto Malaysia. Perusahaan juga mengimbau seluruh pengguna untuk segera mengunjungi pusat layanan resmi terdekat guna melakukan pengecekan. Jumlah kendaraan yang akan diperiksa diperkirakan mencapai hampir 9.000 unit, menurut laporan dari Carnewschina.

Chery menegaskan komitmen penuh terhadap keselamatan pengguna dan kepercayaan konsumen. Perusahaan menyatakan bahwa penanganan insiden ini dilakukan secara bertanggung jawab, dengan fokus utama pada keamanan pengendara di jalan raya. Langkah ini merupakan bagian dari respons cepat terhadap kejadian yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna kendaraan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya