Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rehabilitasi Laut dan Kolaborasi Masyarakat di Pulau Obi

Upaya konservasi ekosistem laut di Pulau Obi melibatkan pemantauan rutin, penempatan struktur karang buatan, dan penanaman mangrove bersama masyarakat setempat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 23.01 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 20x dibuka
Rehabilitasi Laut dan Kolaborasi Masyarakat di Pulau Obi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perairan Pulau Obi, Halmahera Selatan, menjadi kawasan vital bagi keberlangsungan hayati laut dan kehidupan masyarakat pesisir. Di tengah aktivitas pertambangan nikel yang terus berjalan, perusahaan yang beroperasi di wilayah ini memperkuat komitmen lingkungan melalui program pemantauan ekosistem bawah laut secara intensif. Tim khusus dari Departemen Health, Safety, and Environment (HSE) bergerak aktif di bawah permukaan air, mencatat kondisi terumbu karang, kualitas air, dan dinamika biota laut secara berkala.

Pemantauan dilakukan dalam jadwal mingguan, bulanan, hingga triwulanan, dengan metode pengambilan sampel air dan observasi langsung oleh tim penyelam. Untuk wilayah yang sulit dijangkau, digunakan kendaraan bawah air jarak jauh (ROV) yang memungkinkan pemantauan tanpa gangguan langsung terhadap ekosistem. Hasil pengujian dikirim ke laboratorium eksternal terakreditasi dan dibandingkan dengan standar baku mutu lingkungan. Laporan Keberlanjutan 2025 menegaskan bahwa semua limbah yang dikeluarkan dari fasilitas operasional telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem, lebih dari 2.500 unit reef cube telah dipasang di dasar laut sejak awal program. Struktur buatan ini berfungsi sebagai fondasi pertumbuhan terumbu karang, yang hingga akhir 2025 telah tumbuh hingga rata-rata 18,9 cm. Identifikasi spesies ikan karang menunjukkan kehadiran 28 famili yang mulai menetap di area tersebut. Selain itu, program konservasi mangrove dilakukan bersama Komunitas Tongke di Desa Soligi, Obi Selatan, untuk mengurangi erosi dan melindungi habitat biota pesisir.

Festival Harmoni Obi yang akan berlangsung pada 24–25 Oktober 2026 menjadi ruang dialog antara masyarakat, perusahaan, dan pemerintah. Salah satu aktivitas utama, lomba memancing, tidak hanya menyerukan tradisi pesisir, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga laut. Menurut perwakilan perusahaan, kunci keberhasilan konservasi adalah keterlibatan semua pihak, termasuk masyarakat yang hidup berdampingan dengan laut. Dengan pendekatan berkelanjutan, tujuan utama tetap sama: menjaga keanekaragaman hayati agar dapat dinikmati generasi mendatang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya