Rehabilitasi Laut dan Kolaborasi Masyarakat di Pulau Obi
Upaya konservasi ekosistem laut di Pulau Obi melibatkan pemantauan rutin, penempatan struktur karang buatan, dan penanaman mangrove bersama masyarakat setempat.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 23.01 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 20x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perairan Pulau Obi, Halmahera Selatan, menjadi kawasan vital bagi keberlangsungan hayati laut dan kehidupan masyarakat pesisir. Di tengah aktivitas pertambangan nikel yang terus berjalan, perusahaan yang beroperasi di wilayah ini memperkuat komitmen lingkungan melalui program pemantauan ekosistem bawah laut secara intensif. Tim khusus dari Departemen Health, Safety, and Environment (HSE) bergerak aktif di bawah permukaan air, mencatat kondisi terumbu karang, kualitas air, dan dinamika biota laut secara berkala.
Pemantauan dilakukan dalam jadwal mingguan, bulanan, hingga triwulanan, dengan metode pengambilan sampel air dan observasi langsung oleh tim penyelam. Untuk wilayah yang sulit dijangkau, digunakan kendaraan bawah air jarak jauh (ROV) yang memungkinkan pemantauan tanpa gangguan langsung terhadap ekosistem. Hasil pengujian dikirim ke laboratorium eksternal terakreditasi dan dibandingkan dengan standar baku mutu lingkungan. Laporan Keberlanjutan 2025 menegaskan bahwa semua limbah yang dikeluarkan dari fasilitas operasional telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem, lebih dari 2.500 unit reef cube telah dipasang di dasar laut sejak awal program. Struktur buatan ini berfungsi sebagai fondasi pertumbuhan terumbu karang, yang hingga akhir 2025 telah tumbuh hingga rata-rata 18,9 cm. Identifikasi spesies ikan karang menunjukkan kehadiran 28 famili yang mulai menetap di area tersebut. Selain itu, program konservasi mangrove dilakukan bersama Komunitas Tongke di Desa Soligi, Obi Selatan, untuk mengurangi erosi dan melindungi habitat biota pesisir.
Festival Harmoni Obi yang akan berlangsung pada 24–25 Oktober 2026 menjadi ruang dialog antara masyarakat, perusahaan, dan pemerintah. Salah satu aktivitas utama, lomba memancing, tidak hanya menyerukan tradisi pesisir, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga laut. Menurut perwakilan perusahaan, kunci keberhasilan konservasi adalah keterlibatan semua pihak, termasuk masyarakat yang hidup berdampingan dengan laut. Dengan pendekatan berkelanjutan, tujuan utama tetap sama: menjaga keanekaragaman hayati agar dapat dinikmati generasi mendatang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rantai Pasok Tangguh Kunci Optimalisasi Nilai Mineral Kritis
Investasi terkoordinasi dan rantai pasok yang kuat menjadi kunci utama untuk mengeksploitasi nilai tambah tinggi dari mineral kritis di Indonesia.
24 Oktober 2026

Antam Siap Kelola Tambang Emas Baru di Papua
Pemerintah menutup operasional tambang emas PT Kristalin Eka Lestari di Nabire dan menyerahkan kawasan seluas 275,36 hektare kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk pengelolaan berkelanjutan.
24 Oktober 2026

ANTAM Perkuat Fondasi Bisnis untuk Nilai Tambah Jangka Panjang
Perusahaan tambang nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan di semester pertama 2026, dengan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba naik 34%, seiring fokus pada hilirisasi dan optimalisasi operasional.
24 Oktober 2026

Bahlil Usung PNBP Batu Bara Rp165 T untuk Tutup Defisit BBM
Menteri ESDM membidik penerimaan negara bukan pajak dari batu bara tembus Rp165 triliun pada 2026, lebih tinggi dari target APBN, demi menopang defisit subsidi BBM.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.34 WITA

16 Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.34 WITA

Musim Hujan 2026/2027 Tiba Lebih Lambat, BMKG Peringatkan Potensi Bencana
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

NASA Tancap Gas untuk Misi Pendaratan Manusia di Bulan 2028
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

PLN Gelar Diskon Tambah Daya 50% Hingga 4 November
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

Presiden Korea Selatan Buka Pintu Debat Politik Lewat AI
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

IKN Tandatangani Kerja Sama Rp4 Triliun untuk Percepatan Pembangunan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

Filipina Perkuat Perlindungan Pekerja dari Panas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

