Review MSCI Picu Gejolak Pasar, DPR Minta Transparansi dan Akselerasi Perbaikan
Kenaikan status pasar modal Indonesia ke Standalone Market akibat evaluasi MSCI memicu koreksi tajam di IHSG, menyulut respons serius dari DPR yang memimpin koordinasi antarlembaga guna perbaikan tata kelola pasar.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 15.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 27x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kondisi pasar modal Indonesia mengalami tekanan berat pada Jumat (16/10/2026), dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam hingga 11% dalam sehari, menyebabkan penghentian sementara perdagangan (trading halt). Gejolak ini dipicu oleh pengumuman awal dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mulai melakukan konsultasi untuk menurunkan status pasar Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Keputusan ini menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan kepercayaan investor global terhadap transparansi dan struktur kepemilikan saham di dalam negeri.
Dalam upaya menjaga stabilitas sistem keuangan, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyatakan bahwa lembaga legislatif telah mengambil langkah koordinatif secara cepat. Ia menegaskan bahwa DPR, sebagai bagian dari fungsi pengawasan, telah memantau perkembangan pasar secara intensif dan meminta otoritas pasar modal—termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI)—untuk mempercepat proses perbaikan tata kelola. Meski MSCI seharusnya baru memulai proses konsultasi pada bulan November, keputusan awal yang muncul lebih awal justru mempercepat urgensi respons dari regulator dan pelaku pasar.
Dasco menyoroti bahwa upaya perbaikan telah dilakukan lebih awal oleh OJK dan BEI, termasuk dalam menyusun kebijakan yang menjawab kekhawatiran internasional terkait perdagangan saham yang terkoordinasi dan tingkat transparansi struktur kepemilikan. Namun, keterlambatan atau ketidaksesuaian dalam pelaksanaan rencana tersebut dinilai menjadi faktor pemicu ketidakpercayaan. Untuk itu, DPR menggelar rapat koordinasi darurat dengan berbagai pihak terkait, termasuk Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Komisioner OJK Hasan Fawzi, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, Direktur Utama Danantara Dony Oskaria, serta Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, guna memastikan keterbukaan informasi dan respons terukur dari semua pihak.
Tujuan utama dari langkah ini adalah menegaskan komitmen bersama terhadap peningkatan kualitas tata kelola pasar modal Indonesia agar tetap menarik minat investasi asing secara berkelanjutan. Dengan adanya rapat koordinasi yang melibatkan regulator, pelaku pasar, dan penegak hukum, diharapkan dapat membangun kepercayaan pasar dan mencegah dampak negatif lebih lanjut dari keputusan MSCI. Pemerintah dan lembaga terkait diminta tetap proaktif, transparan, serta menjalankan reformasi sistemik untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.
24 Oktober 2026

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Monako meraih posisi teratas dalam indeks tempat tinggal terbaik dunia 2026 berdasarkan evaluasi lima aspek kunci, termasuk kualitas hidup dan keamanan.
24 Oktober 2026

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

