Revitalisasi Museum Kesaktian Pancasila Diresmikan, Teknologi Dorong Edukasi Sejarah
Presiden Prabowo Subianto meresmikan revitalisasi Museum Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya dengan pendekatan edukasi berbasis teknologi imersif dan narasi sejarah terkini.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 21.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meresmikan penyegaran Museum Kesaktian Pancasila di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Peresmian dilakukan setelah sebelumnya meninjau ruang pamer yang telah mengalami transformasi signifikan, termasuk penggunaan teknologi digital seperti video mapping, light wall, dan panel sentuh interaktif. Ia menyampaikan peresmian dengan ucapan bismillahirrahmanirrahim, menegaskan bahwa langkah ini sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah bangsa dan pemeliharaan nilai-nilai Pancasila.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menjelaskan bahwa revitalisasi ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan pembaruan menyeluruh dalam cara menyampaikan narasi sejarah. Pameran kini mengusung alur cerita yang lebih komprehensif, didukung oleh kolaborasi dengan para sejarawan dan lembaga sejarah resmi, termasuk Pusat Sejarah TNI. Penyusunan lini masa dilakukan secara akurat berdasarkan dokumen asli, arsip, dan referensi sejarah terverifikasi, agar informasi yang disampaikan tetap valid dan dapat dipahami oleh publik, khususnya generasi muda.
Sebanyak 34 diorama asli tetap dipertahankan sebagai fondasi utama pameran, berdampingan dengan 15 diorama dari Museum Paseban yang menampilkan peristiwa penting pada 30 September 1965. Ruang pamer kini terbagi menjadi tujuh zona di lantai satu dan empat zona di lantai dua, dengan konsep in-situ museum yang mengarahkan pengunjung dari gedung utama menuju situs bersejarah Lubang Buaya. Instalasi relief 3D Garuda Pancasila di lantai dasar menjadi titik awal pengalaman edukatif, menggabungkan narasi visual, audio, dan teks dalam format digital interaktif.
Salah satu penambahan penting adalah Ruang Relik yang berlokasi di belakang Museum Paseban, khusus menampilkan barang asli para Pahlawan Revolusi, seperti pakaian, jam tangan, dan memorabilia lainnya. Penyimpanan dan penyajian benda bersejarah ini bertujuan untuk menjaga kenangan kolektif dan menghidupkan nilai keberanian serta pengorbanan. Perubahan nama dari Museum Pengkhianatan PKI ke Museum Kesaktian Pancasila menjadi bagian dari upaya transformasi narasi, menekankan ketahanan, kejayaan, dan kesaktian Pancasila sebagai dasar negara dan falsafah hidup bangsa.
Dengan dibukanya kembali museum secara umum, pemerintah menegaskan komitmen untuk menjadikannya pusat edukasi sejarah yang relevan dan berkelanjutan. Pemanfaatan teknologi digital, penataan narasi yang lebih sistematis, serta pendekatan edukatif yang inklusif diharapkan mampu memperkuat pemahaman masyarakat terhadap sejarah perjuangan bangsa. Dengan demikian, museum tidak hanya menjadi tempat pelestarian artefak, tetapi juga wahana refleksi dan penanaman nilai kebangsaan bagi generasi kini dan mendatang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Syahganda Nainggolan Pimpin Bakom, Fokus Atasi Dampak Algoritma pada Komunikasi Pemerintah
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah dilantik, fokus pada antisipasi distorsi pesan akibat algoritma dan AI demi memperkuat komunikasi dua arah.
2 Oktober 2026

6 Langkah Praktis Raih Foto Profesional dari Ponsel
Mengoptimalkan kualitas foto dengan ponsel memerlukan teknik dasar yang tepat, bukan hanya spesifikasi perangkat.
2 Oktober 2026

Samsung Luncurkan Galaxy Tab S12 Series, Hadirkan Performa Tinggi dan AI Terintegrasi
Samsung memperkenalkan Galaxy Tab S12 Series di Indonesia pada 1 Oktober 2026 dengan dua varian flagship, dilengkapi chipset Dimensity 9500, layar AMOLED 120Hz, dan dukungan Galaxy AI.
2 Oktober 2026

Google Perkenalkan Gemini 4 Argon, Unggul dalam Tugas Kompleks
Google meluncurkan model AI terbaru, Gemini 4 Argon, yang diklaim mampu menangani beban kerja kompleks lebih efisien dibanding versi sebelumnya, meski belum ditetapkan kapan dirilis secara umum.
2 Oktober 2026
Berita Lainnya

Data Center Wajib Sesuaikan Ketersediaan Air dan Listrik
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.09 WITA

Menteri Perindustrian Baru Diminta Perkuat Daya Saing dan Industri Padat Karya
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.09 WITA

Indonesia Jajaki Kerja Sama AS untuk Kembangkan Hidrogen Bersih
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.08 WITA

Pemerintah Kaji Pembebasan PPN untuk Outsourcing di Industri Tekstil
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.08 WITA

Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres dan Ganti Kepala Bakom
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.08 WITA

Reshuffle Kabinet Dorong Stabilitas Kebijakan Ekonomi
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.08 WITA

Kemenhub Pertimbangkan Kapal Khusus Angkut Mobil Listrik
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.07 WITA

GOTO Jelaskan Teknikal Penyebab Volatilitas Saham
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.07 WITA

