Minggu, 27 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rhoma Irama Hibur Ribuan Penonton di Pestapora dengan Dangdut Legendaris

Penampilan Rhoma Irama dalam acara Pestapora di Jakarta membangkitkan semangat antusiasme penonton dari berbagai usia dengan lagu-lagu klasik dan energi panggung yang memukau.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 12.08 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rhoma Irama Hibur Ribuan Penonton di Pestapora dengan Dangdut Legendaris📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Pesta musik tahunan Pestapora di Jiexpo Kemayoran menyulut semangat ribuan penonton saat Rhoma Irama, sang legenda dangdut, tampil di panggung utama pada Sabtu malam, 26 September 2026. Dengan kehadirannya, suasana langsung berubah, diisi teriakan sorak dan tepuk tangan meriah yang menggema sejak detik pertama ia muncul. Ia muncul setelah penonton menanti selama setengah jam, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap sosok yang telah menjadi ikon musik tanah air selama puluhan tahun.

Lagu pembuka “Apa Kabar” langsung memicu reaksi spontan dari penonton, yang tanpa ragu mulai menggoyangkan badan mengikuti irama khas dangdut klasik. Musik yang dipadu dengan petikan gitar buntung dan gaya berpakaian khas, termasuk aksen rumbai pada selendang, menjadi ciri khas yang tak terlupakan dari penampilan Rhoma Irama. Kostum serba kuning dari Soneta Group di barisan depan menambah kesan megah dan memperkuat identitas panggung yang khas dan tak tergantikan.

Yang menarik, penonton yang hadir tidak hanya berasal dari kalangan dewasa, namun juga banyak anak muda yang tampil antusias mengikuti setiap lagu. Kehadiran Rhoma Irama berhasil menyatukan generasi, di mana nostalgia dan energi muda saling bersinergi di tengah alunan musik yang sarat makna. Teriakan “Bang Haji!” bergema dari berbagai penjuru arena, menjadi bentuk penghormatan terhadap sosok yang telah membentuk sejarah musik dangdut Indonesia.

Dengan performa yang penuh semangat dan konsistensi dalam gaya panggung, Rhoma Irama dan Soneta Group berhasil menutup sesi penampilan dengan kesan mendalam. Setiap lagu tidak hanya menggugah rasa, tetapi juga mengingatkan pada perjalanan panjang musik tanah air yang dibangun oleh generasi pionir. Penampilan ini menjadi bukti bahwa musik legendaris tetap mampu menghidupkan ruang publik, bahkan di tengah perubahan zaman.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya