RI Bisa Ubah Batu Bara Jadi Bensin, Ini Teknologinya
Teknologi konversi batu bara menjadi bensin telah terbukti efektif di Afrika Selatan dan siap diterapkan di Indonesia untuk wujudkan kemandirian energi.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 12.08 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan bahwa konversi batu bara menjadi bensin merupakan langkah realistis yang dapat diwujudkan melalui inovasi akademik dalam negeri. Pernyataan ini disampaikan dalam kesempatan acara syukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Jawa Timur, menegaskan bahwa hasil riset dari akademisi teknik di tanah air telah membuka jalan bagi pengembangan bahan bakar minyak berbasis sumber daya lokal.
Dalam proses teknis, batu bara dapat diubah menjadi bensin melalui serangkaian tahapan kimia yang telah teruji. Pertama, batu bara diproses menjadi gas sintesis atau syngas melalui reaksi dengan oksigen dan uap air pada kondisi suhu dan tekanan tinggi. Gas ini kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan metanol, yang selanjutnya dapat diolah lebih lanjut menjadi bensin atau produk cair lainnya seperti dimetil eter (DME). Teknologi serupa telah lama digunakan oleh perusahaan Sasol di Afrika Selatan sebagai bagian dari program Coal to Liquid (CTL).
Meski secara teknologi tidak menemui kendala, tantangan utama terletak pada aspek ekonomi. Pembangunan fasilitas pengolahan batu bara menjadi bensin memerlukan investasi modal besar dan biaya operasional yang tinggi. Hal ini membuat sejumlah pelaku swasta enggan menyalurkan dana, mengingat risiko finansial yang signifikan dibandingkan dengan proyek energi lain yang lebih terjangkau. Namun, dengan dukungan kebijakan strategis dan insentif pemerintah, prospek tersebut dinilai tetap terbuka.
Pencapaian kemandirian energi melalui program B50 menjadi bukti nyata bahwa Indonesia mampu mengolah sumber daya alam domestik secara efisien. Sejak 1 Juli, impor solar telah dihentikan, menandai keberhasilan transformasi energi nasional. Prabowo menekankan bahwa kebijakan ini tidak hanya mengurangi ketergantungan eksternal, tetapi juga menjadi respons terhadap ketidakstabilan global yang masih mengancam rantai pasok energi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Danantara Perkuat Kolaborasi Mineral Strategis dengan CITIC Group
Danantara dorong kemitraan strategis dengan CITIC Group melalui sinergi di kapital, sumber daya, dan infrastruktur untuk tingkatkan daya saing sektor mineral nasional.
25 September 2026

Hery Susanto Hadapi Tuntutan atas Kasus Suap Pertambangan Nikel
Eks Ketua Ombudsman RI, Hery Susanto, menghadapi sidang tuntutan terkait dugaan penerimaan suap senilai Rp4,85 miliar dalam kasus tata kelola pertambangan nikel periode 2021–2026.
24 September 2026

KNPI Sultra Minta Investigasi Mendalam Tragedi Longsor Tambang Nikel
KNPI Sultra menyerukan investigasi menyeluruh terhadap longsor yang menewaskan empat pekerja di Konut, menekankan pentingnya penerapan K3 nyata, bukan sekadar formalitas.
23 September 2026

Bensin dari Batu Bara Butuh Investasi Raksasa
Pengolahan batu bara menjadi bensin memungkinkan secara teknis, namun tantangan utama terletak pada biaya tinggi dan keekonomian proyek.
23 September 2026
Berita Lainnya

Indonesia Bisa Manfaatkan Jeda Pengembangan AI Global
Jumat, 25 September 2026, 12.09 WITA

Google Uji Chip AI di Orbit untuk Proyek Pusat Data Luar Angkasa
Jumat, 25 September 2026, 12.09 WITA

Netanyahu Bawa Starlink ke PBB, Tegaskan Kebebasan Internet
Jumat, 25 September 2026, 12.09 WITA

Pajak dan Retribusi Digital Capai Rp165 Triliun di 2026
Jumat, 25 September 2026, 12.09 WITA

RAPBN 2027 Siap Disahkan Akhir September
Jumat, 25 September 2026, 12.08 WITA

Solusi Tidak Terima OTP Saat Daftar NPWP Online
Jumat, 25 September 2026, 12.08 WITA

Data Akurat Kunci Efektivitas Subsidi BBM
Jumat, 25 September 2026, 12.07 WITA

Gubernur BI: Rekrutmen 160 Ribu, Hanya 150 yang Diterima
Jumat, 25 September 2026, 12.07 WITA

