RI Siap Raih Investasi US$618 Miliar dari Hilirisasi 28 Komoditas
Pemerintah memperkirakan program hilirisasi 28 komoditas strategis mampu menarik investasi hingga US$618,1 miliar dan meningkatkan ekspor hingga US$857,6 miliar dalam lima tahun ke depan.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 09.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah memproyeksikan potensi besar dari program hilirisasi terhadap 28 komoditas unggulan, yang diperkirakan menyerap investasi sebesar US$618,1 miliar. Angka ini juga mencerminkan potensi nilai tambah ekonomi mencapai US$235,9 miliar dan nilai ekspor yang bisa mencapai US$857,6 miliar. Proyeksi ini menjadi fondasi utama dalam strategi penguatan daya saing ekonomi nasional di kancah global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa hilirisasi menjadi instrumen kunci untuk mengoptimalkan nilai sumber daya alam, baik yang bersifat terbarukan maupun tidak terbarukan. Ia menekankan pentingnya pengembangan industri dalam memastikan nilai tambah dari komoditas tidak hanya terbatas pada ekspor mentah, tetapi juga mencakup produk olahan bernilai tinggi.
Dalam upaya menopang pertumbuhan ekonomi, pemerintah menargetkan kenaikan ekspor dari program ini hampir mencapai US$500 miliar. Airlangga menekankan bahwa hilirisasi bukan pengganti industrialisasi secara menyeluruh, melainkan bagian dari strategi yang lebih luas. Sektor-sektor seperti otomotif, tekstil, produk konsumsi cepat, serta sektor strategis lainnya tetap menjadi prioritas pengembangan.
Komoditas seperti kelapa sawit, karet, kelapa, dan hasil perikanan menjadi fokus utama karena memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah tinggi dan berorientasi ekspor. Pencapaian sektor nikel menjadi bukti nyata: nilai ekspor produk berbasis nikel meningkat dari US$1,3 miliar pada 2016 menjadi US$34 miliar pada 2025.
Pemerintah juga memperhatikan distribusi investasi yang merata. Hingga semester pertama 2026, sekitar 75,7% investasi hilirisasi telah terealisasi di luar Pulau Jawa. Angka ini menunjukkan efek domino terhadap pembentukan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah terdampak sumber daya alam. Target jangka panjang adalah meningkatkan kontribusi industri terhadap PDB nasional di atas 20%.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Hilirisasi Mineral dan Batu Bara Jadi Sorotan Utama 2027
Pemerintah menetapkan mineral dan batu bara sebagai prioritas utama dalam program hilirisasi tahun 2027, dengan target investasi Rp2.900 triliun dan peningkatan ekspor hingga US$857 miliar.
7 Oktober 2026

Elektrifikasi Transportasi dan Rumah Tangga Jadi Lompatan Emisi
Indonesia perlu fokus pada sektor mudah dielektrifikasi seperti transportasi dan rumah tangga untuk turunkan emisi karbon secara efektif.
6 Oktober 2026

Hilirisasi Berbasis AI Dorong Produktivitas Nasional
Pemerintah menekankan peran kecerdasan buatan dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor hilirisasi, khususnya di industri pertambangan dan manufaktur.
6 Oktober 2026

Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi Diharapkan Percepat Program Strategis
Pembentukan Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi diharapkan mempercepat pelaksanaan program strategis seperti hilirisasi sumber daya dan transisi energi nasional.
6 Oktober 2026
Berita Lainnya

6 Makanan Pendukung Kesehatan Lambung Secara Alami
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.08 WITA

BYD Perluas Penjualan Kei Car Racco ke Sri Lanka dan Makau
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.08 WITA

STNK Digital Berlaku Sama Seperti Fisik, Siap Digunakan Saat Razia
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.08 WITA
Hiu Raksasa Terdampar di Kanal Busan Diamankan Setelah Dua Minggu
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.07 WITA

Kematian Peneliti di Siberia Diduga Akibat Infeksi Pes Paru
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.07 WITA

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Menang Dramatis atas Thailand
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.06 WITA

WhatsApp Uji Coba Fitur Batasi Akses Obrolan
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.05 WITA

Modena Perkenalkan Langganan Mesin Cuci Tanpa Beli
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.05 WITA

