Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Robot Humanoid AI Siap Ditempatkan di Lapangan 2028

Singapura menargetkan penggunaan robot humanoid berbasis AI untuk mendukung operasional keamanan publik mulai 2028 melalui pusat pengembangan khusus di One-North.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 09.07 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Robot Humanoid AI Siap Ditempatkan di Lapangan 2028📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Singapura resmi meluncurkan pusat pengembangan robot humanoid khusus untuk keamanan publik, Home Team Humanoid Robotics Centre (H2RC), di kawasan teknologi One-North. Fasilitas ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan integrasi robot berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam tugas-tugas operasional yang berisiko tinggi, termasuk penanganan bahan berbahaya, penyelidikan lokasi ledakan, dan penggeledahan sel tahanan. Pusat ini akan menjadi rujukan utama dalam pelatihan dan pengujian kemampuan robot dalam kondisi nyata.

Menteri Kedua Urusan Dalam Negeri, Edwin Tong, menegaskan bahwa tahun 2028 menjadi batas waktu penempatan robot humanoid pertama dalam operasi nyata bersama petugas keamanan. Target ini menekankan pada kesiapan teknis, keandalan, dan keamanan sistem yang harus terpenuhi sebelum pelaksanaan. Pemilihan bentuk humanoid didasarkan pada kemampuannya beradaptasi dengan lingkungan manusia, termasuk penggunaan peralatan dan infrastruktur yang sudah ada tanpa perlu modifikasi besar.

Lingkungan simulasi di H2RC dirancang untuk menguji robot dalam berbagai skenario kompleks, mulai dari penanganan darurat hingga operasi di ruang terbatas. Fasilitas ini mendukung pengembangan AI fisik, termasuk sistem penangkap gerak, kontrol jarak jauh, simulasi interaksi manusia-robot, serta pengumpulan data pelatihan. Salah satu kemampuan unggulan yang ditunjukkan adalah kemampuan robot berlutut untuk mengambil objek dari permukaan tanah—fitur yang belum tersedia pada sejumlah robot komersial saat ini.

Kemampuan robot tidak hanya terbatas pada penanganan bahaya, tetapi juga mencakup pencarian barang tersembunyi di sel tahanan dan pengisian ulang perlengkapan medis darurat di ambulans. Dengan bantuan AI agenik, robot diharapkan mampu menjalankan misi bertahap, memulihkan diri dari kegagalan, serta menyesuaikan diri secara dinamis dengan perubahan situasi. Pengembangan ini dilakukan bersama institusi teknologi seperti HTX, ST Engineering, FieldAI, General Robotics, dan Mistral AI melalui kerja sama riset dan keamanan siber.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya