Rudal Houthi Gagalkan Serangan ke Riyadh, Fasilitas Aramco Terdampak
Koalisi pimpinan Arab Saudi berhasil menggagalkan serangan rudal jelajah dan drone dari kelompok Houthi, menyebabkan kerusakan di Riyadh dan serangan ke fasilitas Saudi Aramco di Dhahran.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 37x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Koalisi militer pimpinan Arab Saudi melaporkan berhasil menetralkan tiga rudal jelajah yang diluncurkan oleh kelompok Houthi Yaman, dengan satu di antaranya ditembak jatuh di wilayah Al-Kharj. Serangan yang berlangsung dalam beberapa jam terakhir menargetkan wilayah strategis di ibu kota, Riyadh, yang menyebabkan puing-puing dari rudal yang gagal menembus pertahanan jatuh ke permukiman. Akibatnya, empat warga sipil terluka, termasuk dua perempuan, seorang pria, dan seorang anak, sementara 15 bangunan tempat tinggal mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
Pertahanan udara kerajaan berhasil menghancurkan dua drone tanpa awak yang meluncur dari arah Yaman, khususnya di wilayah selatan. Sistem pertahanan canggih yang dikelola koalisi berhasil mengidentifikasi dan menetralkan ancaman sebelum mencapai sasaran utama. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari upaya terus-menerus Houthi untuk melemahkan stabilitas wilayah timur Tengah, khususnya di kawasan yang kaya sumber daya energi.
Di wilayah timur Arab Saudi, fasilitas administrasi milik perusahaan minyak nasional Saudi Aramco di Dhahran menjadi sasaran serangan. Meski tidak disebutkan adanya kebakaran besar, perusahaan menyatakan terjadi kerusakan pada struktur bangunan akibat dampak ledakan dari serangan rudal. Pihak Aramco menegaskan operasional produksi tetap berjalan normal dan tidak mengalami gangguan signifikan.
Kementerian Energi Arab Saudi menegaskan bahwa semua serangan terhadap fasilitas energi akan ditanggapi secara tegas dan akan menjadi bagian dari strategi pertahanan nasional yang diperkuat. Koalisi juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk mendukung upaya menekan eskalasi di wilayah konflik Yaman, termasuk melalui pembatasan aliran senjata dan dukungan politik bagi solusi damai.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Nenek asal Connecticut berhasil menutupi biaya tinggal di panti jompo sebesar Rp190 juta per bulan melalui pendapatan dari media sosial.
24 Oktober 2026

<Korea Utara dan Ancaman Invasi: Realitas atau Simulasi Game?>
<Game Call of Duty menggambarkan invasi Korea Utara ke Korea Selatan, yang secara historis pernah terjadi dan kini kembali menjadi perhatian akibat perubahan sikap Pyongyang.>
24 Oktober 2026

Champi Masuki Wilayah China Setelah Guyur Taiwan dan Jepang
Topan Champi melanda China setelah merusak Taiwan dan pulau selatan Jepang, menyebabkan evakuasi massal, pemadaman listrik, dan pembatalan ratusan penerbangan.
24 Oktober 2026

Etalase Mewah Prancis Siapkan Pengamanan Ekstra Jelang Demo Besar
Banyak butik mewah di Prancis memperketat keamanan dan menutup etalase menyusul ancaman kerusuhan dalam aksi demonstrasi besar yang dijadwalkan Sabtu, menyusul kerusakan pada pekan sebelumnya.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

