Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah dan IHSG Melemah Usai MSCI Umumkan Kaji Ulang Status Indonesia

Pelemahan tajam rupiah dan IHSG terjadi setelah MSCI umumkan kaji ulang status pasar modal Indonesia, yang memicu respons cepat dari Menteri Koordinator Perekonomian.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 15.21 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 23x dibuka
Rupiah dan IHSG Melemah Usai MSCI Umumkan Kaji Ulang Status Indonesia📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pasar modal Indonesia mengalami gejolak signifikan pada hari ini, ditandai dengan penurunan tajam indeks saham dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun hingga 10,76% ke level 5.233 pada sesi perdagangan pertama, sementara nilai tukar rupiah menyentuh angka 18.000 per dolar AS. Penurunan ini langsung terkait dengan pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang memulai konsultasi mengenai perubahan kategori pasar Indonesia dari emerging market menuju standalone market.

Pengumuman MSCI yang muncul lebih awal dari perkiraan menimbulkan ketidakpastian di pasar. Sebelumnya, lembaga indeks global tersebut telah menyatakan akan merilis laporan terkait status Indonesia pada bulan November 2025, namun kini justru mengumumkan proses kaji ulang pada bulan Oktober. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyebut bahwa kejadian ini memengaruhi sentimen pasar secara langsung, meski tidak menyangkal bahwa pengumuman tersebut lebih cepat dari ekspektasi pemerintah.

Dalam pernyataannya, MSCI menetapkan jadwal baru untuk penyampaian laporan akhir, yaitu pada Maret hingga Juni 2027. Dalam periode tersebut, pemerintah dan otoritas terkait diminta mempercepat implementasi perbaikan struktural di pasar modal. Airlangga menegaskan bahwa proses regulasi memerlukan waktu karena harus melalui tahapan administratif yang ketat, namun menekankan pentingnya transparansi dan progres yang terlihat bagi investor domestik maupun asing.

Ia menekankan bahwa catatan dari MSCI bukan sekadar evaluasi, melainkan tantangan strategis untuk memperkuat tata kelola pasar modal Indonesia. Reformasi yang dibutuhkan harus terus dijalankan dengan kejelasan dan konsistensi, agar kepercayaan pasar dapat dipulihkan. Meski prosesnya berjalan bertahap, langkah-langkah konkret harus terlihat agar tidak menimbulkan kesan stagnasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya