Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Kokoh di Rp17.992 per Dolar AS, Didorong Sentimen Risiko Membaik

Rupiah menguat 0,30 persen menjadi Rp17.992 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa, didukung perbaikan sentimen pasar dan antisipasi kenaikan suku bunga BI.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 17.58 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 86x dibuka
Rupiah Kokoh di Rp17.992 per Dolar AS, Didorong Sentimen Risiko Membaik📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (20/10), berada di posisi Rp17.992 per dolar AS. Penguatan sebesar 54 poin atau 0,30 persen ini terjadi setelah sebelumnya sempat mengalami tekanan akibat ketidakpastian pasar. Pergerakan ini menunjukkan kembali kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi domestik, terutama setelah kekhawatiran terkait penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia mulai mereda.

Di kawasan Asia, pergerakan mata uang beragam, namun sejumlah mata uang utama seperti yuan China, dolar Singapura, yen Jepang, dan won Korea Selatan menguat. Sementara itu, peso Filipina dan ringgit Malaysia melemah tipis. Di sisi lain, mata uang utama negara maju seperti euro, poundsterling, dolar Australia, dolar Kanada, dan franc Swiss juga menguat terhadap dolar AS, mencerminkan kenaikan sentimen risiko global.

Analis DOO Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah dipengaruhi oleh perbaikan sentimen risiko dalam negeri. Ia menyebut bahwa kekhawatiran terhadap ancaman penurunan peringkat pasar ekuitas Indonesia kini mulai surut, sehingga menarik aliran modal masuk ke instrumen keuangan lokal. Selain itu, pasar juga memperkirakan Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar Rabu (21/10).

Namun, penguatan rupiah dibatasi oleh kenaikan harga minyak mentah global. West Texas Intermediate (WTI) kembali menyentuh level US$100 per barel, menimbulkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah karena meningkatkan defisit neraca perdagangan. Meski demikian, dinamika pasar tetap mendukung rupiah bergerak stabil di level yang lebih kuat dibandingkan sebelumnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya