Selasa, 13 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Melemah Akibat Ketegangan Timteng dan Kenaikan Harga Minyak

Pelemahan rupiah ke level Rp17.939 per dolar AS dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak global dan tekanan pasar keuangan domestik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 12.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Rupiah Melemah Akibat Ketegangan Timteng dan Kenaikan Harga Minyak📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan pada perdagangan Selasa pagi, bergerak melemah 26 poin atau 0,15 persen menjadi Rp17.939 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.913. Gerakan ini mencerminkan tekanan dari sentimen global yang semakin memburuk akibat eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah. Kenaikan harga minyak dunia menjadi salah satu faktor utama yang turut memperparah kondisi mata uang lokal.

Ketegangan di kawasan tersebut memburuk setelah kelompok Ansarullah Yaman melancarkan serangan rudal balistik terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, serta menyerang Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait menggunakan drone. Juru bicara militer kelompok tersebut, Yahya Sarea, mengonfirmasi keberhasilan serangan dalam pernyataan resmi. Sebaliknya, Arab Saudi dilaporkan telah melakukan 119 serangan balasan terhadap wilayah yang dikuasai Ansarullah, termasuk Bandara Sanaa dan Selat Bab al-Mandab.

Dampak langsung dari konflik ini terlihat pada pasar komoditas, di mana kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,06 persen ke level 93,74 dolar AS per barel, sementara minyak mentah Brent melonjak 1,84 persen menjadi 106,65 dolar AS per barel. Kenaikan harga energi global tersebut menambah ketidakpastian pasar keuangan, khususnya bagi negara-negara berkembang yang bergantung pada impor energi.

Di sisi domestik, arus keluar (outflow) dari pasar ekuitas terus berlanjut, menambah tekanan terhadap rupiah. Selain itu, mata uang Asia lainnya juga terpantau melemah pada sesi awal perdagangan. Berdasarkan berbagai faktor tersebut, prospek rupiah dalam waktu dekat diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS, menandai tekanan berkelanjutan terhadap nilai tukar lokal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya