Rupiah Melemah di Tengah Tekanan Geopolitik dan Pasar Modal
Nilai tukar rupiah mencapai Rp17.985 per dolar AS pada 20 Oktober 2026, terpengaruh ketegangan geopolitik dan sentimen pasar saham, sementara BI berupaya menjaga stabilitas melalui insentif investasi asing.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 09.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 51x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada 20 Oktober 2026 berada pada posisi Rp17.985 per dolar AS, menunjukkan penurunan sebesar 0,61 persen dibandingkan akhir bulan sebelumnya. Pelemahan ini menjadi dampak dari berbagai tekanan eksternal, terutama eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah dan pergerakan kebijakan moneter Amerika Serikat yang cenderung mengetat. Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyebutkan bahwa sentimen pasar saham global turut memperparah tekanan terhadap mata uang nasional.
Dalam paparannya dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Oktober 2026, Destry menegaskan komitmen BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui pengoptimalan berbagai instrumen moneter. Upaya ini dilakukan secara konsisten guna mengantisipasi volatilitas yang muncul dari dinamika global. Bank sentral juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar dan pertumbuhan ekonomi domestik.
Sebagai bagian dari strategi penjagaan stabilitas, BI memperkuat kebijakan insentif untuk menarik aliran modal asing, khususnya dalam bentuk portofolio. Insentif diberikan tidak hanya pada transaksi swap dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) untuk lindung nilai, tetapi juga meluas ke transaksi mata uang lokal dengan mitra perdagangan strategis. Tujuannya agar imbal hasil aset rupiah tetap kompetitif di pasar global.
Sejak penerapan kebijakan insentif biaya lindung nilai sejak Juni 2026, hasilnya telah terukur positif. Hingga 20 Oktober 2026, aliran modal asing yang masuk melalui instrumen tersebut mencapai US$9,9 miliar. Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong kepercayaan investor dan memperkuat posisi rupiah dalam jangka menengah.
Destry memproyeksikan nilai tukar rupiah akan kembali stabil dalam waktu dekat, didukung oleh imbal hasil yang menarik, inflasi yang terkendali dalam target, serta prospek ekonomi domestik yang tetap kuat. Dengan langkah-langkah strategis yang terus dilakukan, BI menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar tetap menjadi prioritas utama dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

