Senin, 12 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Melemah ke Rp17.885 per Dolar AS Pagi Ini

Rupiah bergerak di posisi Rp17.885 per dolar AS pada perdagangan Senin pagi, menguat tipis 0,08 persen dari penutupan sebelumnya, didorong penguatan mata uang Asia dan penurunan harga minyak global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 15.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rupiah Melemah ke Rp17.885 per Dolar AS Pagi Ini📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin pagi berada di level Rp17.885 per dolar AS, menunjukkan peningkatan sebesar 14 poin atau 0,08 persen dibandingkan posisi akhir perdagangan sebelumnya. Penguatan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang mendukung, dengan mayoritas mata uang Asia bergerak menguat terhadap dolar AS. Peso Filipina, ringgit Malaysia, dolar Singapura, yen Jepang, dan won Korea Selatan masing-masing mencatatkan kenaikan antara 0,09 persen hingga 0,31 persen, sementara dolar Hong Kong tetap stabil.

Di sisi lain, yuan Tiongkok melemah tipis 0,01 persen terhadap dolar AS. Sementara itu, mata uang utama negara maju juga menunjukkan kekuatan, dengan euro Eropa dan poundsterling Inggris masing-masing menguat 0,11 persen, dolar Australia naik 0,10 persen, dolar Kanada meningkat 0,02 persen, serta franc Swiss menguat 0,07 persen. Kondisi ini menunjukkan dinamika pasar global yang cenderung mendukung aset berisiko.

Analis dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, memproyeksikan rupiah akan menguat dalam perdagangan hari ini, didorong oleh penurunan harga minyak dunia dan pelemahan indeks dolar AS. Ia menyebut harapan meredanya kelangkaan bahan bakar diesel setelah Rusia dilaporkan siap menaikkan pasokan atas permintaan Presiden AS Donald Trump turut memberi sentimen positif. Namun, penguatan rupiah diperkirakan tidak akan berlanjut jauh karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas.

Lukman memperkirakan pergerakan rupiah hari ini akan berada dalam kisaran Rp17.850 hingga Rp17.950 per dolar AS. Dengan demikian, meskipun ada tekanan positif dari harga komoditas dan indeks dolar, kestabilan rupiah akan terus dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama perkembangan konflik regional yang berpotensi memicu volatilitas pasar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya