Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Melemah ke Rp17.900 per Dolar AS di Akhir Sesi Selasa

Rupiah ditutup melemah ke level Rp17.900 per dolar AS pada perdagangan Selasa sore, dipengaruhi pelemahan dolar AS dan penurunan harga minyak global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 21.21 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 30x dibuka
Rupiah Melemah ke Rp17.900 per Dolar AS di Akhir Sesi Selasa📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Selasa (13/10) berada di posisi Rp17.900 per dolar AS, mengalami penurunan sebesar 13 poin atau 0,07 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pergerakan ini terjadi di tengah fluktuasi pasar keuangan global yang menunjukkan kecenderungan bervariasi, dengan sejumlah mata uang Asia mengalami depresiasi. Yen Jepang menjadi satu-satunya penguat utama di kawasan, naik 0,33 persen, sementara yuan Tiongkok, peso Filipina, ringgit Malaysia, dan won Korea Selatan mengalami pelemahan antara 0,01 hingga 0,56 persen. Dolar Hong Kong stabil terhadap dolar AS dalam sesi tersebut.

Di pasar mata uang global, semua mata uang utama negara maju menunjukkan kenaikan terhadap dolar AS. Euro Eropa menguat 0,29 persen, poundsterling Inggris naik 0,22 persen, dolar Australia dan Kanada masing-masing meningkat 0,14 persen dan 0,15 persen, sementara franc Swiss juga menguat 0,19 persen. Penguatan ini mencerminkan pergeseran sentimen pasar terhadap aset berisiko yang lebih aman.

Analis pasar keuangan dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah terjadi meskipun dolar AS mengalami penurunan secara umum. Ia menyebut bahwa sentimen risk-off mulai muncul di pasar domestik dan global, terutama menyusul aksi ambil untung di pasar minyak mentah dunia menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat pada Rabu (14/10). Penurunan harga minyak ini turut memperkuat tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun ada faktor penguat seperti melemahnya dolar AS, tekanan dari kekhawatiran terhadap risiko ekonomi global justru membatasi penguatan rupiah. Pergerakan nilai tukar hari ini mencerminkan ketergantungan kuat terhadap dinamika pasar global, terutama dalam konteks kebijakan moneter dan data makroekonomi utama.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya