Rupiah Melemah ke Rp17.900 per Dolar AS di Akhir Sesi Selasa
Rupiah ditutup melemah ke level Rp17.900 per dolar AS pada perdagangan Selasa sore, dipengaruhi pelemahan dolar AS dan penurunan harga minyak global.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 21.21 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 30x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Selasa (13/10) berada di posisi Rp17.900 per dolar AS, mengalami penurunan sebesar 13 poin atau 0,07 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pergerakan ini terjadi di tengah fluktuasi pasar keuangan global yang menunjukkan kecenderungan bervariasi, dengan sejumlah mata uang Asia mengalami depresiasi. Yen Jepang menjadi satu-satunya penguat utama di kawasan, naik 0,33 persen, sementara yuan Tiongkok, peso Filipina, ringgit Malaysia, dan won Korea Selatan mengalami pelemahan antara 0,01 hingga 0,56 persen. Dolar Hong Kong stabil terhadap dolar AS dalam sesi tersebut.
Di pasar mata uang global, semua mata uang utama negara maju menunjukkan kenaikan terhadap dolar AS. Euro Eropa menguat 0,29 persen, poundsterling Inggris naik 0,22 persen, dolar Australia dan Kanada masing-masing meningkat 0,14 persen dan 0,15 persen, sementara franc Swiss juga menguat 0,19 persen. Penguatan ini mencerminkan pergeseran sentimen pasar terhadap aset berisiko yang lebih aman.
Analis pasar keuangan dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah terjadi meskipun dolar AS mengalami penurunan secara umum. Ia menyebut bahwa sentimen risk-off mulai muncul di pasar domestik dan global, terutama menyusul aksi ambil untung di pasar minyak mentah dunia menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat pada Rabu (14/10). Penurunan harga minyak ini turut memperkuat tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun ada faktor penguat seperti melemahnya dolar AS, tekanan dari kekhawatiran terhadap risiko ekonomi global justru membatasi penguatan rupiah. Pergerakan nilai tukar hari ini mencerminkan ketergantungan kuat terhadap dinamika pasar global, terutama dalam konteks kebijakan moneter dan data makroekonomi utama.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.
24 Oktober 2026

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Monako meraih posisi teratas dalam indeks tempat tinggal terbaik dunia 2026 berdasarkan evaluasi lima aspek kunci, termasuk kualitas hidup dan keamanan.
24 Oktober 2026

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

