Rupiah Melemah ke Rp17.920 per Dolar AS
Rupiah berakhir melemah 0,14% ke level Rp17.920/US$ pada penutupan perdagangan Kamis, dipengaruhi tekanan pasar global dan ketidakpastian kebijakan suku bunga AS.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 21x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kurs rupiah ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis, 15 Oktober 2026, menunjukkan penurunan sebesar 0,14% dibandingkan posisi sebelumnya. Mata uang nasional berada di level Rp17.920 per dolar AS, lebih lemah dibandingkan penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp17.895/US$. Pergerakan ini mencerminkan tekanan berkelanjutan terhadap nilai tukar rupiah di tengah dinamika pasar keuangan global.
Selama sesi perdagangan, rupiah sempat menguat hingga menyentuh level Rp17.957/US$ sebelum akhirnya kembali melemah. Pergerakan ini terjadi setelah dibuka di posisi Rp17.900/US$, menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. Meskipun dolar AS secara umum mengalami pelemahan, terlihat dari indeks dolar AS (DXY) yang turun 0,43% ke level 102,110 pada pukul 15.00 WIB, rupiah tetap berada di zona negatif.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah sentimen pasar yang dipengaruhi oleh perkembangan pasar obligasi AS dan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Federal Reserve. Meski data inflasi AS untuk September menunjukkan angka 3,7% secara tahunan—melampaui ekspektasi pasar sebesar 3,6%—nilai imbal hasil obligasi pemerintah AS justru turun. Yield obligasi tenor 10 tahun berada di kisaran 5,09%, sedangkan tenor 30 tahun berada di sekitar 5,45%, menandakan menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Penurunan yield tersebut seharusnya mendukung aset berdenominasi dolar AS, namun tidak cukup kuat untuk menahan pelemahan rupiah. Investor tetap mempertimbangkan risiko eksternal, termasuk rilis data ekonomi kunci AS seperti indeks harga produsen (PPI) dan penjualan ritel yang dijadwalkan pada malam hari. Data tersebut menjadi acuan penting dalam menilai tekanan inflasi dan aktivitas konsumsi, yang berdampak langsung pada keputusan The Fed.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.
24 Oktober 2026

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Monako meraih posisi teratas dalam indeks tempat tinggal terbaik dunia 2026 berdasarkan evaluasi lima aspek kunci, termasuk kualitas hidup dan keamanan.
24 Oktober 2026

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

