Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Melemah ke Rp17.938 per Dolar AS di Akhir Sesi

Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.938 per dolar AS pada sore hari, melemah 0,20 persen dibandingkan sesi sebelumnya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 19x dibuka
Rupiah Melemah ke Rp17.938 per Dolar AS di Akhir Sesi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah tercatat melemah ke posisi Rp17.938 per dolar AS pada perdagangan Kamis (15/10) sore, menunjukkan tekanan terhadap mata uang dalam negeri meski dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS mengalami penurunan. Pelemahan ini terjadi meskipun data inflasi AS yang dirilis lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, yang biasanya mendorong penguatan dolar.

Pergerakan mata uang di kawasan Asia menunjukkan kecenderungan bervariasi. Beberapa mata uang seperti yuan China, ringgit Malaysia, dolar Singapura, yen Jepang, dan dolar Hong Kong menguat, masing-masing antara 0,06 persen hingga 0,38 persen. Sebaliknya, peso Filipina dan won Korea Selatan melemah 0,27 persen dan 0,20 persen terhadap dolar AS. Di kelompok mata uang negara maju, euro, pound sterling Inggris, dolar Kanada, dan franc Swiss menguat, sementara dolar Australia terkoreksi 0,54 persen.

Analis dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah hari ini didorong oleh sentimen pasar yang masih rapuh. Ia menegaskan bahwa meskipun dolar AS dan imbal hasil obligasi AS turun setelah rilis data inflasi AS yang lebih tinggi dari ekspektasi, rupiah tetap tertekan. “Pelemahan ini mencerminkan kondisi pasar yang masih rentan, didukung oleh tekanan risk-off dan aksi jual bersih dari investor asing yang terus berlanjut,” ujarnya.

Ketidakstabilan ini menunjukkan bahwa faktor internal, seperti arus modal asing yang berkurang dan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi domestik, turut memengaruhi pergerakan rupiah. Meski ada pergerakan positif di pasar global, dominasi sentimen negatif terhadap aset berkembang masih menghambat penguatan mata uang lokal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya