Rupiah Melemah ke Rp18.022 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah menguatkan posisi melemah ke level Rp18.022 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu, dipengaruhi tekanan eksternal dari ketegangan regional di Selat Hormuz.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 21.02 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 53x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan pada akhir perdagangan hari Rabu (21/10/2026), menutup sesi dengan penurunan 30 poin atau sekitar 0,17% ke posisi 18.022 per dolar AS. Penurunan ini mencerminkan tekanan terhadap mata uang domestik yang terus berlanjut di tengah ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz. Di sisi lain, data JISDOR BI menunjukkan rupiah bergerak stabil di level Rp17.986 per dolar AS, menunjukkan perbedaan indikator yang perlu dicermati secara mendalam.
Faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah berasal dari isu eksternal, khususnya insiden kebakaran kapal tanker raksasa yang terjadi setelah menghantam ranjau laut di sebelah selatan Selat Hormuz. Insiden tersebut dilaporkan terjadi saat kapal sedang melanggar aturan Iran, menambah kekhawatiran pasar terhadap stabilitas jalur perdagangan global. Data dari layanan pelacakan kapal Kpler mencatat setidaknya 18 serangan terhadap kapal dalam dua pekan terakhir, memperburuk sentimen risiko di pasar keuangan.
Kelompok Houthi juga menyatakan bertanggung jawab atas serangan terhadap fasilitas minyak Saudi Aramco di Yanbu, ladang Shaybah, serta target di bandara Riyadh dan Abha. Serangan tersebut turut menambah tensi di kawasan, yang berdampak pada pergerakan mata uang global termasuk rupiah. Jumlah korban tewas akibat serangan terhadap pasukan pemerintah Yaman telah meningkat menjadi 73 orang, menandai eskalasi konflik yang kian intens.
Dengan kondisi tersebut, pergerakan rupiah diproyeksikan tetap rentan terhadap volatilitas eksternal, terutama jika ketegangan di kawasan terus berlanjut. Pasar menantikan respons kebijakan moneter Bank Indonesia dalam menghadapi tekanan ini, meskipun belum ada indikasi perubahan suku bunga dalam waktu dekat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

