Rupiah Melemah ke Rp18.027 per Dolar Akibat Kekhawatiran MSCI
Rupiah berakhir melemah ke level Rp18.027 per dolar AS pada Jumat (16/10), dipengaruhi sentimen negatif domestik terkait ancaman penurunan peringkat pasar modal oleh MSCI.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 09.29 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 44x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Jumat sore tercatat di posisi Rp18.027 per dolar AS, menunjukkan penurunan sebesar 89 poin atau 0,50 persen dibandingkan hari sebelumnya. Pelemahan ini terjadi meski indeks dolar AS mengalami penurunan, menandakan bahwa tekanan terhadap rupiah berasal dari faktor internal, bukan tekanan eksternal.
Pergerakan mata uang regional menunjukkan ketidakseragaman, dengan sejumlah mata uang Asia menguat terhadap dolar AS. Yuan China menguat 0,06 persen, peso Filipina naik 0,12 persen, ringgit Malaysia meroket 0,01 persen, dolar Singapura menguat 0,15 persen, yen Jepang naik 0,03 persen, dan won Korea Selatan menguat signifikan 0,75 persen. Dolar Hong Kong justru melemah tipis 0,01 persen.
Di pasar mata uang maju, euro Eropa sedikit melemah 0,01 persen, sementara poundsterling Inggris menguat 0,20 persen, dolar Australia terapresiasi 0,50 persen, dolar Kanada naik 0,14 persen, dan franc Swiss menguat 0,23 persen. Pergerakan ini menunjukkan kinerja relatif kuat mata uang negara maju, sekaligus menekankan dominasi sentimen domestik sebagai pemicu pelemahan rupiah.
Analis DOO Financial Futures, Lukman Leong, menegaskan bahwa tekanan terhadap rupiah berasal dari kekhawatiran pasar terhadap potensi penurunan peringkat pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI). "Pelemahan ini murni dipicu sentimen negatif dalam negeri, terutama terkait kekhawatiran terhadap status pasar modal Indonesia, meski indeks dolar AS sedang meredam tekanan," ujarnya.
Penguatan dolar AS secara global tidak menjadi faktor utama, karena indeks dolar justru turun seiring berkurangnya aksi jual obligasi global. Dengan demikian, penurunan rupiah lebih mencerminkan ketidakpastian internal dibandingkan kondisi eksternal yang stabil.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Harga emas batangan Antam turun Rp10 ribu menjadi Rp2,540 juta per gram pada perdagangan Jumat, 23 Oktober.
24 Oktober 2026

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Investor global mendesak MSCI menjelaskan alasan ancaman penurunan kasta pasar modal Indonesia, menekankan perlunya transparansi dan penindakan nyata terhadap manipulasi pasar.
24 Oktober 2026

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Menteri Keuangan Suahasil Nazara melantik sejumlah pejabat tinggi di Kemenkeu, termasuk pengganti sekretaris jenderal yang sebelumnya dijabat Robert Leonard Marbun.
24 Oktober 2026

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Pemerintah mempercepat program E50 sebagai langkah strategis mengurangi ketergantungan impor bensin dalam lima tahun ke depan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

Transmart Gelar Full Day Sale, Diskon Elektronik Hingga Jutaan Rupiah
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

BI Siapkan Insentif Kredit untuk Sektor Baru Prioritas
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.05 WITA

<Korea Utara dan Ancaman Invasi: Realitas atau Simulasi Game?>
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.05 WITA

