Rupiah Melemah ke Rp18.038, IHSG Terpuruk Akibat Konsultasi Penurunan Status Pasar
Nilai tukar rupiah dan indeks saham turun tajam pada perdagangan pagi Jumat, dipicu konsultasi penurunan status pasar Indonesia oleh MSCI yang menyoroti ketidakpastian reformasi pasar modal.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 12.12 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 149x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan sebesar 8,01 persen atau 469,86 poin pada pembukaan perdagangan Jumat (16/10), turun ke level 5.393,92. Pelemahan ini terjadi seiring dengan penurunan nilai tukar rupiah yang menyentuh angka Rp18.038 per dolar AS, menunjukkan tekanan kuat terhadap aset lokal. Dari total saham yang diperdagangkan, 595 mengalami penurunan harga, sementara hanya 14 yang menguat dan 33 stagnan. Volume perdagangan mencapai 5,36 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp905,15 miliar hingga pukul 09.00 WIB.
Konsultasi yang dilakukan Morgan Stanley Capital International (MSCI) atas usulan penurunan status pasar modal Indonesia dari kategori pasar berkembang menjadi pasar mandiri menjadi pemicu utama koreksi pasar. MSCI menilai reformasi pasar saham di Tanah Air belum menunjukkan konsistensi, terutama terkait transparansi kepemilikan saham, potensi perdagangan terkoordinasi, serta kelemahan dalam penegakan aturan. Usulan tersebut mengarah pada penurunan langsung ke kategori pasar mandiri, bukan melalui pasar perintis, dengan masa konsultasi berakhir pada 30 April 2027 dan keputusan final dijadwalkan paling lambat 30 Juni 2027.
Di tengah koreksi pasar saham, rupiah mengalami depresiasi 0,56 persen atau 100 poin terhadap dolar AS. Pelemahan ini tidak terjadi secara isolatif, melainkan sejalan dengan tekanan terhadap mata uang Asia lainnya, seperti yuan China, peso Filipina, ringgit Malaysia, dolar Singapura, yen Jepang, dan won Korea Selatan. Hanya dolar Hong Kong yang stabil. Kenaikan harga minyak mentah dunia akibat eskalasi konflik di Timur Tengah diperkirakan menjadi faktor pendukung tekanan terhadap rupiah.
Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS dalam perdagangan hari ini. Ia menekankan bahwa tekanan dari pasar ekuitas domestik yang terus mengalami penjualan besar-besaran (sell-off) menjadi faktor utama yang membebani rupiah. Selain itu, fluktuasi global, khususnya di wilayah Asia dan pasar komoditas, turut memperparah kondisi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.
24 Oktober 2026

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Monako meraih posisi teratas dalam indeks tempat tinggal terbaik dunia 2026 berdasarkan evaluasi lima aspek kunci, termasuk kualitas hidup dan keamanan.
24 Oktober 2026

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

