Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Melemah ke Rp18.038, IHSG Terpuruk Akibat Konsultasi Penurunan Status Pasar

Nilai tukar rupiah dan indeks saham turun tajam pada perdagangan pagi Jumat, dipicu konsultasi penurunan status pasar Indonesia oleh MSCI yang menyoroti ketidakpastian reformasi pasar modal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 12.12 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 149x dibuka
Rupiah Melemah ke Rp18.038, IHSG Terpuruk Akibat Konsultasi Penurunan Status Pasar📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan sebesar 8,01 persen atau 469,86 poin pada pembukaan perdagangan Jumat (16/10), turun ke level 5.393,92. Pelemahan ini terjadi seiring dengan penurunan nilai tukar rupiah yang menyentuh angka Rp18.038 per dolar AS, menunjukkan tekanan kuat terhadap aset lokal. Dari total saham yang diperdagangkan, 595 mengalami penurunan harga, sementara hanya 14 yang menguat dan 33 stagnan. Volume perdagangan mencapai 5,36 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp905,15 miliar hingga pukul 09.00 WIB.

Konsultasi yang dilakukan Morgan Stanley Capital International (MSCI) atas usulan penurunan status pasar modal Indonesia dari kategori pasar berkembang menjadi pasar mandiri menjadi pemicu utama koreksi pasar. MSCI menilai reformasi pasar saham di Tanah Air belum menunjukkan konsistensi, terutama terkait transparansi kepemilikan saham, potensi perdagangan terkoordinasi, serta kelemahan dalam penegakan aturan. Usulan tersebut mengarah pada penurunan langsung ke kategori pasar mandiri, bukan melalui pasar perintis, dengan masa konsultasi berakhir pada 30 April 2027 dan keputusan final dijadwalkan paling lambat 30 Juni 2027.

Di tengah koreksi pasar saham, rupiah mengalami depresiasi 0,56 persen atau 100 poin terhadap dolar AS. Pelemahan ini tidak terjadi secara isolatif, melainkan sejalan dengan tekanan terhadap mata uang Asia lainnya, seperti yuan China, peso Filipina, ringgit Malaysia, dolar Singapura, yen Jepang, dan won Korea Selatan. Hanya dolar Hong Kong yang stabil. Kenaikan harga minyak mentah dunia akibat eskalasi konflik di Timur Tengah diperkirakan menjadi faktor pendukung tekanan terhadap rupiah.

Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS dalam perdagangan hari ini. Ia menekankan bahwa tekanan dari pasar ekuitas domestik yang terus mengalami penjualan besar-besaran (sell-off) menjadi faktor utama yang membebani rupiah. Selain itu, fluktuasi global, khususnya di wilayah Asia dan pasar komoditas, turut memperparah kondisi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya