Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Melemah ke Rp18.060 per Dolar AS

Rupiah berakhir melemah pada Kamis sore, menetap di level Rp18.060 per dolar AS, dipengaruhi aksi jual asing dan ketegangan geopolitik global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 17.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 12x dibuka
Rupiah Melemah ke Rp18.060 per Dolar AS📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah tercatat melemah pada penutupan perdagangan Kamis (22/10), berada di posisi Rp18.060 per dolar AS. Penurunan ini mencatatkan penurunan sebesar 38 poin atau 0,21 persen dibandingkan posisi sebelumnya, menunjukkan tekanan berkelanjutan terhadap mata uang dalam negeri. Pergerakan ini terjadi di tengah volatilitas pasar global yang meningkat, khususnya akibat ketegangan geopolitik yang memicu kenaikan harga minyak dunia.

Di kawasan Asia, pergerakan mata uang beragam. Yen Jepang menguat signifikan sebesar 0,74 persen, sedangkan won Korea Selatan dan dolar Singapura juga menguat masing-masing 0,42 persen dan 0,04 persen. Yuan China menguat tipis 0,04 persen, sementara peso Filipina dan ringgit Malaysia terdepresiasi masing-masing 0,27 persen dan 0,30 persen. Di pasar mata uang maju, euro dan poundsterling Inggris menguat, sementara dolar Australia melemah 0,17 persen.

Analis dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menyebut bahwa pelemahan rupiah terjadi meskipun sentimen domestik secara umum positif. Ia menyoroti dua faktor utama: aksi jual bersih dari investor asing dan kenaikan harga minyak akibat kekhawatiran eskalasi konflik, termasuk laporan mengenai rencana serangan militer oleh AS dan Israel terhadap Iran. Kedua faktor ini turut memperburuk tekanan terhadap rupiah.

Penguatan dolar AS secara global, didukung oleh antisipasi pergerakan kebijakan moneter global, turut memperkuat posisi dolar sebagai aset aman. Meski kondisi dalam negeri menunjukkan kinerja yang stabil, tekanan dari luar tetap dominan. Dengan demikian, rupiah berpotensi menghadapi volatilitas lebih lanjut jika ketegangan geopolitik tidak mereda.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya