Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Melemah ke Rp18.080 per Dolar AS Akhir Pekan

Rupiah berakhir melemah pada level Rp18.080 per dolar AS, dipengaruhi kenaikan harga minyak dan aliran modal asing keluar secara berkelanjutan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 09.16 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 42x dibuka
Rupiah Melemah ke Rp18.080 per Dolar AS Akhir Pekan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Jumat (23/10) berada di angka Rp18.080 per dolar AS, menunjukkan pelemahan sebesar 20 poin atau 0,11 persen dibandingkan posisi sebelumnya. Pergerakan ini terjadi di tengah kondisi pasar keuangan global yang cenderung bervariasi, dengan mata uang Asia menunjukkan pergerakan yang tidak seragam.

Di kawasan Asia, yuan China menguat 0,06 persen, sementara peso Filipina dan ringgit Malaysia mengalami depresiasi masing-masing 0,12 persen dan 0,02 persen. Dolar Singapura turun 0,08 persen, yen Jepang terkoreksi 0,07 persen, won Korea Selatan melemah 0,05 persen, dan dolar Hong Kong terdepresiasi 0,06 persen. Di sisi lain, mata uang utama negara maju seperti euro, pound sterling, dolar Australia, dolar Kanada, dan franc Swiss semua mengalami penurunan terhadap dolar AS.

Pengamat pasar keuangan dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menyebutkan bahwa pelemahan rupiah didorong oleh dua faktor utama. Pertama, kenaikan harga minyak dunia yang dipicu oleh ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kedua, arus keluar dana asing yang berkelanjutan, yang turut memperkuat tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Kondisi ini menunjukkan kerentanan mata uang lokal terhadap dinamika pasar global, terutama jika faktor eksternal seperti volatilitas energi dan pergerakan modal asing terus berlanjut. Meskipun rupiah berada dalam zona pelemahan, tekanan tersebut belum menunjukkan tanda-tanda memburuk secara signifikan dalam jangka pendek.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya