Rupiah Melemah ke Rp18.080 per Dolar AS Akhir Pekan
Rupiah berakhir melemah pada level Rp18.080 per dolar AS, dipengaruhi kenaikan harga minyak dan aliran modal asing keluar secara berkelanjutan.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 09.16 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 42x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Jumat (23/10) berada di angka Rp18.080 per dolar AS, menunjukkan pelemahan sebesar 20 poin atau 0,11 persen dibandingkan posisi sebelumnya. Pergerakan ini terjadi di tengah kondisi pasar keuangan global yang cenderung bervariasi, dengan mata uang Asia menunjukkan pergerakan yang tidak seragam.
Di kawasan Asia, yuan China menguat 0,06 persen, sementara peso Filipina dan ringgit Malaysia mengalami depresiasi masing-masing 0,12 persen dan 0,02 persen. Dolar Singapura turun 0,08 persen, yen Jepang terkoreksi 0,07 persen, won Korea Selatan melemah 0,05 persen, dan dolar Hong Kong terdepresiasi 0,06 persen. Di sisi lain, mata uang utama negara maju seperti euro, pound sterling, dolar Australia, dolar Kanada, dan franc Swiss semua mengalami penurunan terhadap dolar AS.
Pengamat pasar keuangan dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menyebutkan bahwa pelemahan rupiah didorong oleh dua faktor utama. Pertama, kenaikan harga minyak dunia yang dipicu oleh ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kedua, arus keluar dana asing yang berkelanjutan, yang turut memperkuat tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Kondisi ini menunjukkan kerentanan mata uang lokal terhadap dinamika pasar global, terutama jika faktor eksternal seperti volatilitas energi dan pergerakan modal asing terus berlanjut. Meskipun rupiah berada dalam zona pelemahan, tekanan tersebut belum menunjukkan tanda-tanda memburuk secara signifikan dalam jangka pendek.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Bursa Efek Indonesia memantau aktivitas pasar tak lazim pada saham PNSE dan DKHH menyusul kenaikan harga yang tidak wajar dalam periode singkat.
24 Oktober 2026

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Wakil Presiden Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk. membeli 5,5 juta saham BRMS senilai total Rp2,46 miliar dalam dua transaksi terpisah pada 22 Oktober 2026.
24 Oktober 2026

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Inflasi inti Jepang mencapai 2,1% pada September 2026, tertinggi sepanjang tahun, mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan di akhir tahun.
24 Oktober 2026

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Investor diminta tidak asal beli saham karena harga turun, melainkan menilai kualitas bisnis dan valuasi secara komprehensif.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Prabowo Siap Salurkan Rp400 T untuk Petani dan Nelayan Tahun Depan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Pemerintah Alihkan Ekspor Gas ke Dalam Negeri untuk Kelistrikan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Stok Beras Nasional Tembus 4,56 Juta Ton, Tertinggi Sejak 1992
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

