Rupiah Melemah Tipis di Awal Pekan, Tekanan Global Masih Menghantui
Rupiah bergerak melemah ke level Rp18.050 per dolar AS pada awal perdagangan Jumat, didorong ketegangan geopolitik dan harga minyak yang tinggi.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pada pembukaan perdagangan Jumat (23/10/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mencatatkan penurunan tipis di angka Rp18.050 per dolar AS. Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya pada penutupan perdagangan Kamis (22/10/2026) berada di posisi Rp18.045 per dolar AS, menunjukkan pergerakan turun sebesar 0,03% atau setara 5 poin. Pergerakan ini mencerminkan tekanan yang masih terus berlanjut terhadap mata uang lokal, meski belum menunjukkan kecenderungan pelemahan signifikan.
Indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB terpantau stabil di level 101,603, menunjukkan kekuatan greenback yang relatif konsisten terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mengungkapkan proyeksi peningkatan penyaluran kredit perbankan pada kuartal IV-2026. Berdasarkan hasil Survei Perbankan Triwulan III-2026, Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru diperkirakan naik menjadi 91,31%, meningkat dari 90,08% pada kuartal sebelumnya.
Penurunan Indeks Lending Standard (ILS) dari 0,28 menjadi 0,15 menunjukkan semakin longgarnya standar pemberian kredit oleh bank, yang menjadi bagian dari upaya BI untuk memperluas ruang likuiditas dan mendorong aktivitas pembiayaan. Kondisi ini sejalan dengan kebijakan moneter yang berfokus pada penguatan ekonomi domestik di tengah tantangan eksternal.
Di sisi global, ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus menjadi pemicu ketidakpastian pasar. Laporan media internasional menyebut adanya rencana serangan terhadap Iran oleh AS dan Israel, menyusul pemilu paruh waktu di AS pada November 2026. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan tidak ada negosiasi dengan Teheran memperkuat kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global. Akibatnya, harga minyak mentah Brent melonjak ke level US$112,96 per barel, setelah sebelumnya naik sekitar 4%.
Kenaikan harga minyak berdampak langsung pada negara importir bersih seperti Indonesia, yang harus menyerap lebih banyak dolar AS untuk kebutuhan impor energi. Hal ini meningkatkan tekanan terhadap neraca perdagangan dan berpotensi mendorong inflasi domestik. Di tengah kondisi tersebut, investor beralih ke aset aman seperti obligasi pemerintah AS, yang menyebabkan imbal hasil obligasi tenor 10 tahun turun ke 4,972% dan tenor dua tahun ke 4,659%, level terendah dalam sekitar satu bulan terakhir. Meski demikian, ketidakpastian global masih membatasi ruang penguatan rupiah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.
24 Oktober 2026

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Monako meraih posisi teratas dalam indeks tempat tinggal terbaik dunia 2026 berdasarkan evaluasi lima aspek kunci, termasuk kualitas hidup dan keamanan.
24 Oktober 2026

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

