Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.903 per Dolar AS
Rupiah ditutup melemah tipis ke level Rp17.903 per dolar AS pada perdagangan Rabu sore, terpicu kenaikan harga minyak global dan sentimen pasar yang hati-hati.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 21.04 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 32x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Rabu (14/10) berada di posisi Rp17.903 per dolar AS, mengalami penurunan sebesar tiga poin atau 0,02 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pergerakan ini mencerminkan tekanan kecil terhadap mata uang domestik, meski pergerakan secara keseluruhan masih relatif stabil. Penguatan dolar AS secara global menjadi faktor penekan utama, terutama setelah harga minyak dunia melonjak, yang memengaruhi sentimen pasar terhadap aset berisiko termasuk mata uang negara berkembang.
Di kawasan Asia, mayoritas mata uang mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Peso Filipina turun 0,14 persen, sementara won Korea Selatan dan yuan China masing-masing melemah 0,14 persen dan 0,02 persen. Yen Jepang juga tercatat melemah 0,04 persen. Di sisi lain, ringgit Malaysia menjadi satu-satunya mata uang yang menguat, naik 0,10 persen, sedangkan dolar Hong Kong tetap stabil.
Pada pasar global, mata uang negara maju menunjukkan pergerakan bervariasi. Dolar Australia menguat 0,36 persen, pound sterling Inggris naik 0,03 persen, dan dolar Kanada terapresiasi 0,01 persen. Sementara itu, euro Eropa turun 0,01 persen dan franc Swiss melemah 0,07 persen terhadap dolar AS. Tekanan terhadap rupiah sebagian tertahan oleh koreksi indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS (UST), yang memberikan ruang bagi rupiah untuk tidak melemah lebih dalam.
Analis dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa pelemahan rupiah terbatas dan hampir datar, didorong oleh kenaikan harga minyak dunia yang meningkatkan biaya energi global. Ia menambahkan bahwa investor tetap berhati-hati menjelang rilis data inflasi AS yang akan dirilis pada malam hari waktu setempat, yang berpotensi memicu volatilitas pasar. Keputusan investasi sementara diperkirakan akan menunggu data tersebut sebelum menentukan arah pasar lebih lanjut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.
24 Oktober 2026

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Monako meraih posisi teratas dalam indeks tempat tinggal terbaik dunia 2026 berdasarkan evaluasi lima aspek kunci, termasuk kualitas hidup dan keamanan.
24 Oktober 2026

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

