Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Menguat di Akhir Pekan, Dolar AS Melemah

Rupiah berakhir menguat ke level Rp17.885 per dolar AS, didorong sentimen domestik dan pelemahan dolar global, sementara independensi BI menjadi sorotan pasar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 21.23 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 58x dibuka
Rupiah Menguat di Akhir Pekan, Dolar AS Melemah📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada penutupan perdagangan Selasa (13/10/2026), mata uang rupiah berhasil membalikkan tren melemah di awal sesi dan ditutup menguat tipis ke posisi Rp17.885 per dolar AS, menguat 0,06% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.895. Pergerakan ini menandai pemulihan setelah sempat terdesak ke level Rp17.940 pada sesi pagi, menunjukkan kembali ketahanan terhadap tekanan pasar.

Penguatan rupiah terjadi seiring dengan pelemahan indeks dolar AS (DXY) yang turun 0,28% ke level 102,297 pada pukul 15.00 WIB. Indeks tersebut mencerminkan kekuatan greenback terhadap sejumlah mata uang utama, termasuk euro dan yen, dan menunjukkan kembali tekanan terhadap dolar global. Kondisi ini memberi ruang bagi mata uang negara berkembang seperti rupiah untuk kembali menarik perhatian investor.

Di dalam negeri, sentimen positif muncul dari pernyataan Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti yang menegaskan bahwa bank sentral tetap memiliki kewenangan penuh dalam menentukan kebijakan suku bunga, termasuk penggunaan instrumen kebijakan lainnya. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara dengan Reuters, menekankan bahwa keputusan kebijakan moneter tetap berada di tangan BI, meski koordinasi dengan pemerintah semakin intensif.

Pasaran juga memperhatikan data inflasi konsumen AS yang akan dirilis Rabu (14/10/2026), sebagai acuan utama untuk memprediksi arah kebijakan The Federal Reserve. Jika data menunjukkan inflasi lebih rendah dari ekspektasi, tekanan terhadap dolar AS bisa mereda, yang secara tidak langsung mendukung mata uang negara berkembang. Sebaliknya, inflasi tinggi akan memperkuat dolar dan membebani rupiah.

Penguatan rupiah hari ini mencerminkan kembali kepercayaan pasar terhadap stabilitas kebijakan moneter Indonesia, terutama dalam konteks independensi BI yang tetap menjadi fondasi utama kepercayaan investor.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya