Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Sentuh Rp18.000, Bank Rata-Rata Jual Dolar di Atas Rp18.100

Rupiah melemah ke level Rp18.000 per dolar AS pada Jumat (16/10/2026), memicu kenaikan kurs jual dolar di sejumlah bank nasional hingga menyentuh Rp18.300.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 107x dibuka
Rupiah Sentuh Rp18.000, Bank Rata-Rata Jual Dolar di Atas Rp18.100📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami tekanan signifikan pada perdagangan hari ini, mencapai level Rp18.000 per dolar AS pada pukul 09.02 WIB. Penguatan dolar AS terjadi setelah rupiah dibuka melemah 0,33% ke posisi Rp17.980, lalu melanjutkan pelemahan hingga menyentuh angka tersebut dalam hitungan menit. Pergerakan ini mencerminkan tekanan pasar terhadap mata uang lokal yang dipicu oleh dinamika eksternal dan sentimen risiko global.

Respons sejumlah institusi perbankan terhadap fluktuasi ini terlihat dari penyesuaian kurs jual dolar AS. Beberapa bank, termasuk yang berstatus pelat merah, mulai menaikkan harga jual hingga di atas Rp18.100, meski tidak semua menyelaraskan secara seragam. Misalnya, salah satu bank asing cabang Jakarta menetapkan kurs jual dolar hingga Rp18.300, menunjukkan perbedaan harga yang cukup mencolok antar institusi.

Kurs beli dan jual dolar bervariasi tergantung jenis layanan dan saluran transaksi. Bank Mandiri, BNI, dan BRI menawarkan kurs jual di kisaran Rp18.020 hingga Rp18.085 untuk transaksi counter, sementara untuk layanan e-rate atau transfer, harga jual berkisar antara Rp18.020 hingga Rp18.065. Sementara itu, bank asing seperti HSBC dan UOB menawarkan harga jual di kisaran Rp18.050 hingga Rp18.251, dengan kurs beli yang lebih rendah, mencerminkan selisih kompetitif yang memengaruhi keputusan transaksi masyarakat.

Perbedaan kurs antar bank menjadi pertimbangan krusial bagi pelaku usaha dan masyarakat yang membutuhkan dolar AS. Adanya variasi harga, terutama antara layanan counter dan e-rate, menunjukkan adanya struktur harga yang dinamis. Pemantauan terhadap kurs harian tetap menjadi kunci agar transaksi valuta asing tidak mengalami kerugian akibat ketidaksesuaian informasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya