Rupiah Sentuh Rp18.000 per Dolar AS di Awal Pekan
Rupiah melemah ke level Rp18.000 per dolar AS pada awal perdagangan Jumat, dipicu tekanan dari penguatan dolar global dan sentimen pasar terkait klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 12.08 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 122x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pada perdagangan awal Jumat (16/10/2026), mata uang rupiah mengalami tekanan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat. Dalam sesi perdagangan pagi, nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,33% ke posisi Rp17.980 per dolar AS. Hanya dua menit kemudian, pelemahan semakin dalam hingga menyentuh level Rp18.000 per dolar AS, menunjukkan ketegangan di pasar valuta asing. Pergerakan ini melanjutkan tren melemah dari sesi sebelumnya, ketika rupiah ditutup pada posisi Rp17.920 per dolar AS setelah sempat menyentuh Rp17.957.
Penguatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia turut mendorong penurunan rupiah. Indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB tercatat menguat 0,03% ke level 102,081. Meski telah mengalami koreksi dari puncaknya dalam 18 bulan, DXY tetap berada di atas level 102, mencerminkan daya tarik greenback yang masih kuat. Kekuatan dolar AS didukung oleh data ekonomi AS yang menunjukkan kenaikan harga produsen terbesar dalam 4,5 tahun pada bulan September, serta pertumbuhan penjualan ritel yang melampaui ekspektasi pasar.
Namun, ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed) mulai mereda. Pasar kini memperkirakan peluang 73% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27–28 Oktober. Hal ini disebabkan oleh komentar hati-hati dari beberapa pejabat bank sentral AS. Investor kini menantikan pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh dalam forum tahunan IMF dan Bank Dunia di Bangkok untuk mencari petunjuk arah kebijakan moneter AS mendatang.
Di dalam negeri, sentimen pasar juga terpengaruh oleh isu klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI. Badan tersebut sedang melakukan konsultasi publik terkait rencana menaikkan status pasar saham Indonesia dari *Emerging Market* ke *Standalone Market*. Proses ini masih berlangsung hingga 30 April 2027, dengan keputusan akhir dijadwalkan pada akhir Juni 2027. MSCI menyatakan bahwa klasifikasi sebagai pasar berkembang tidak lagi relevan karena keprihatinan mengenai transparansi struktur kepemilikan, potensi perdagangan terkoordinasi, serta ketidakmampuan penegakan aturan yang signifikan.
Selama masa konsultasi, MSCI memutuskan untuk menahan sejumlah perubahan indeks, termasuk tidak menaikkan Foreign Inclusion Factor (FIF), menambah saham baru ke indeks, atau menaikkan saham ke segmen yang lebih tinggi. Keputusan tersebut berpotensi memperkuat kehati-hatian investor asing terhadap aset domestik. Jika terjadi aliran dana keluar dari pasar saham, kebutuhan terhadap dolar AS dapat meningkat, yang pada akhirnya menambah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Harga emas batangan Antam turun Rp10 ribu menjadi Rp2,540 juta per gram pada perdagangan Jumat, 23 Oktober.
24 Oktober 2026

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Investor global mendesak MSCI menjelaskan alasan ancaman penurunan kasta pasar modal Indonesia, menekankan perlunya transparansi dan penindakan nyata terhadap manipulasi pasar.
24 Oktober 2026

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Menteri Keuangan Suahasil Nazara melantik sejumlah pejabat tinggi di Kemenkeu, termasuk pengganti sekretaris jenderal yang sebelumnya dijabat Robert Leonard Marbun.
24 Oktober 2026

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Pemerintah mempercepat program E50 sebagai langkah strategis mengurangi ketergantungan impor bensin dalam lima tahun ke depan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

Transmart Gelar Full Day Sale, Diskon Elektronik Hingga Jutaan Rupiah
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

BI Siapkan Insentif Kredit untuk Sektor Baru Prioritas
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.05 WITA

<Korea Utara dan Ancaman Invasi: Realitas atau Simulasi Game?>
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.05 WITA

