Rupiah Sentuh Rp18.000/US$ Akibat Tekanan Dalam dan Kekhawatiran Pasar
Rupiah melemah 0,45% ke level Rp18.000/US$ pada akhir pekan, dipengaruhi sentimen domestik dan kekhawatiran terkait rencana klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 12.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 23x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kurs rupiah menutup perdagangan Jumat (16/10/2026) di posisi Rp18.000 per dolar AS, menandai pelemahan signifikan yang menembus ambang psikologis penting. Berdasarkan data Refinitiv, mata uang nasional melemah 0,45% dari posisi pembukaan di Rp17.980, sempat menyentuh level tertinggi melemah harian di Rp18.070 sebelum menguat sedikit menjelang penutupan. Meskipun terjadi koreksi kecil, penutupan di level Rp18.000 menunjukkan tekanan berkelanjutan terhadap nilai tukar domestik.
Pemicu utama pelemahan rupiah kali ini berasal dari dinamika pasar keuangan dalam negeri, terutama terkait pengumuman konsultasi MSCI mengenai perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Meskipun belum menjadi keputusan final, kebijakan tersebut langsung memicu kekhawatiran investor global terhadap arus modal asing yang bisa terganggu. Dampaknya, tekanan terhadap aset lokal, termasuk rupiah, semakin meningkat.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea, menegaskan bahwa tekanan rupiah tidak hanya berasal dari kondisi global, tetapi juga dipengaruhi oleh meningkatnya sentimen risk-off di pasar keuangan dunia. Peningkatan permintaan dolar AS sebagai aset aman turut memperparah pelemahan rupiah, dengan diperkirakannya arus keluar dana dari portofolio Indonesia masih berlanjut dalam waktu dekat.
Bank Indonesia menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui berbagai instrumen intervensi, termasuk transaksi NDF di pasar offshore, transaksi spot dan DNDF di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Upaya ini dilakukan secara konsisten untuk memastikan pergerakan rupiah tetap selaras dengan fundamental ekonomi dan menjaga fungsi mekanisme pasar secara efektif.
Secara kuartal, rupiah mengalami pelemahan terbatas sebesar 0,28%, yang masih sejalan dengan tren mata uang negara-negara kawasan. Di sisi lain, ketahanan sektor eksternal tetap terjaga dengan cadangan devisa sebesar US$146,3 miliar pada akhir September 2026. BI juga terus memantau likuiditas pasar uang, mengelola struktur suku bunga, serta menjalin koordinasi intensif dengan pelaku pasar dan institusi terkait untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026

Sepeda Listrik Diskon 50% di Transmart, Mulai Rp3,68 Juta
Transmart gelar diskon besar-besaran untuk sepeda listrik hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit tertentu, berlaku 25 Oktober 2025 di seluruh gerai.
24 Oktober 2026

BYAN Buka Suara Soal Transaksi Saham ke Jhonlin Baratama
Perseroan menyatakan belum ada perubahan pengendalian meski transaksi saham ke Jhonlin Baratama terjadi pada harga seragam Rp2.588 per saham.
24 Oktober 2026

BRI Perkuat Nilai Saham Lewat Buyback Rp1 Triliun
BRI resmi luncurkan program buyback saham tahap kedua senilai maksimal Rp1 triliun, berlangsung hingga Januari 2027, dengan tetap jaga kesehatan permodalan dan kepercayaan pemegang saham.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid di Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

BYD Atto 1 Kuasai Pasar Mobil Listrik September 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

LCGC Mulai Tergerus, Industri Tawarkan Solusi Hybrid
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

Teknologi REEV Dorong Hemat BBM 65 Km Per Liter
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

Wall Street Picu Pelemahan Bursa Asia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

IHSG Melonjak, Saham BBRI dan AMMN Pimpin Penguatan Pasar
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.03 WITA

IHSG Awal Perdagangan Naik 0,18% ke 5.397
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.03 WITA

Rupiah Melemah Tipis di Awal Pekan, Tekanan Global Masih Menghantui
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.03 WITA

