Rupiah Sentuh Rp18.000/US$, BI Jaga Stabilitas Pasar
Rupiah melemah ke level Rp18.000 per dolar AS pada Jumat (16/10/2026), didorong sentimen global risk-off, namun BI menegaskan intervensi terus dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 23.02 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 26x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026, ketika menyentuh level Rp18.000 per dolar AS dalam waktu singkat. Dalam sesi perdagangan awal, mata uang nasional dibuka melemah 0,33% ke posisi Rp17.980/US$, namun hanya dua menit kemudian melanjutkan pelemahan hingga mencapai angka 0,45% atau Rp18.000/US$. Kondisi ini terjadi di tengah penguatan dolar AS yang dipicu oleh meningkatnya sentimen risk-off di pasar keuangan global.
Bank Indonesia menegaskan komitmen untuk tetap aktif dalam menjaga stabilitas kurs rupiah, meski menghadapi tekanan dari arus modal keluar. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, menyatakan bahwa intervensi dilakukan secara konsisten melalui berbagai instrumen pasar, termasuk transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic NDF (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
Erwin menekankan bahwa pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren mata uang kawasan, dengan pelemahan terbatas sebesar 0,28% secara kuartal-tahunan (QTD). Ia menilai bahwa tekanan saat ini bersifat sementara dan dipengaruhi oleh dinamika global, bukan faktor fundamental ekonomi domestik. Meskipun demikian, BI tetap memantau arus keluar dana dari aset portofolio secara ketat dan memastikan likuiditas pasar tetap terjaga.
Cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 tercatat sebesar USD146,3 miliar, menunjukkan ketahanan eksternal yang kuat. BI juga terus menjaga struktur suku bunga dan berkoordinasi intensif dengan korporasi, pelaku pasar, serta lembaga terkait lainnya guna menjaga konsistensi kebijakan dan kepercayaan pasar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Harga emas batangan Antam turun Rp10 ribu menjadi Rp2,540 juta per gram pada perdagangan Jumat, 23 Oktober.
24 Oktober 2026

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Investor global mendesak MSCI menjelaskan alasan ancaman penurunan kasta pasar modal Indonesia, menekankan perlunya transparansi dan penindakan nyata terhadap manipulasi pasar.
24 Oktober 2026

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Menteri Keuangan Suahasil Nazara melantik sejumlah pejabat tinggi di Kemenkeu, termasuk pengganti sekretaris jenderal yang sebelumnya dijabat Robert Leonard Marbun.
24 Oktober 2026

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Pemerintah mempercepat program E50 sebagai langkah strategis mengurangi ketergantungan impor bensin dalam lima tahun ke depan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

Transmart Gelar Full Day Sale, Diskon Elektronik Hingga Jutaan Rupiah
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

BI Siapkan Insentif Kredit untuk Sektor Baru Prioritas
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.05 WITA

<Korea Utara dan Ancaman Invasi: Realitas atau Simulasi Game?>
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.05 WITA

