Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Sentuh Rp18.000/US$, BI Jaga Stabilitas Pasar

Rupiah melemah ke level Rp18.000 per dolar AS pada Jumat (16/10/2026), didorong sentimen global risk-off, namun BI menegaskan intervensi terus dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 23.02 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 26x dibuka
Rupiah Sentuh Rp18.000/US$, BI Jaga Stabilitas Pasar📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026, ketika menyentuh level Rp18.000 per dolar AS dalam waktu singkat. Dalam sesi perdagangan awal, mata uang nasional dibuka melemah 0,33% ke posisi Rp17.980/US$, namun hanya dua menit kemudian melanjutkan pelemahan hingga mencapai angka 0,45% atau Rp18.000/US$. Kondisi ini terjadi di tengah penguatan dolar AS yang dipicu oleh meningkatnya sentimen risk-off di pasar keuangan global.

Bank Indonesia menegaskan komitmen untuk tetap aktif dalam menjaga stabilitas kurs rupiah, meski menghadapi tekanan dari arus modal keluar. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, menyatakan bahwa intervensi dilakukan secara konsisten melalui berbagai instrumen pasar, termasuk transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic NDF (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Erwin menekankan bahwa pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren mata uang kawasan, dengan pelemahan terbatas sebesar 0,28% secara kuartal-tahunan (QTD). Ia menilai bahwa tekanan saat ini bersifat sementara dan dipengaruhi oleh dinamika global, bukan faktor fundamental ekonomi domestik. Meskipun demikian, BI tetap memantau arus keluar dana dari aset portofolio secara ketat dan memastikan likuiditas pasar tetap terjaga.

Cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 tercatat sebesar USD146,3 miliar, menunjukkan ketahanan eksternal yang kuat. BI juga terus menjaga struktur suku bunga dan berkoordinasi intensif dengan korporasi, pelaku pasar, serta lembaga terkait lainnya guna menjaga konsistensi kebijakan dan kepercayaan pasar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya