Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Sentuh Rp18.045, Kemenkeu Tekankan Jaga Fiskal

Kemenkeu tegaskan komitmen menjaga disiplin fiskal meski rupiah melemah ke Rp18.045 per dolar AS, sambil menekankan sinergi dengan BI dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 17x dibuka
Rupiah Sentuh Rp18.045, Kemenkeu Tekankan Jaga Fiskal📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan pada penutupan perdagangan Kamis (22/10/2026), berada di posisi Rp18.045 per dolar AS, melemah 0,25% dibandingkan hari sebelumnya yang berada di Rp18.000. Meskipun indeks dolar AS mengalami penurunan, tekanan terhadap mata uang lokal tetap terasa, menunjukkan dinamika pasar yang kompleks di tengah tantangan eksternal.

Dalam menanggapi kondisi tersebut, pihak Kementerian Keuangan menegaskan bahwa pengelolaan fiskal tetap menjadi prioritas utama. Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sistem Keuangan, Herman Saheruddin, menekankan bahwa kebijakan moneter menjadi ranah khusus Bank Indonesia, sementara pemerintah fokus pada penguatan stabilitas fiskal sebagai fondasi utama perekonomian nasional.

Ia menegaskan bahwa meski BI memiliki otonomi dalam menjalankan kebijakan moneter, pemerintah tetap berkoordinasi erat dengan bank sentral untuk memastikan konsistensi dan sinergi antar kebijakan. “Kami menghargai independensi BI, namun dalam kerangka tim, fiskal dan moneter harus saling mendukung demi stabilitas ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Herman juga menyebut sejumlah langkah yang telah diambil BI, seperti penurunan giro wajib minimum (GWM) sebagai upaya mendukung likuiditas pasar, sementara suku bunga acuan tetap dipertahankan. Ia menilai langkah tersebut sebagai bagian dari strategi keseimbangan yang memperhatikan kondisi ekonomi domestik dan global. Ia mengajak masyarakat untuk tetap percaya pada ketahanan ekonomi Indonesia meskipun menghadapi fluktuasi pasar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya