Rupiah Stabil di Tengah Tekanan Global, BI Perkuat Intervensi Pasar
Bank Indonesia memperkuat intervensi pasar untuk menahan pelemahan rupiah di tengah lonjakan ketidakpastian global akibat inflasi AS dan ketegangan Timur Tengah.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 15.21 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 23x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah mengalami tekanan di awal pekan ini, menyentuh level dekat Rp18.000 per dolar AS, menyusul meningkatnya volatilitas di pasar keuangan global. Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar dengan intervensi yang konsisten dan proaktif di berbagai segmen pasar, termasuk pasar uang dan valuta asing. Langkah ini bertujuan agar pergerakan rupiah tetap mencerminkan kondisi fundamental ekonomi dalam negeri, meski menghadapi tekanan eksternal yang signifikan.
Kenaikan inflasi di Amerika Serikat yang melampaui ekspektasi pasar menjadi pemicu utama kenaikan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Federal Reserve. Hal ini memperkuat dolar AS dan memicu arus modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia. Di samping itu, eskalasi konflik di Timur Tengah turut menambah tekanan, dengan harga minyak dunia tetap bertahan di atas USD105 per barel dan indeks dolar AS (DXY) mencapai level tertinggi sejak Mei 2025. Yield obligasi AS tenor dua tahun pun melonjak 12 basis poin menjadi 4,90 persen.
Meski menghadapi kondisi global yang memburuk, BI menilai pergerakan rupiah tetap terkendali. Secara kuartalan (QTD), pelemahan rupiah hanya sebesar 0,17 persen, sejalan dengan tren mata uang kawasan Asia. Cadangan devisa Indonesia juga tetap terjaga pada posisi USD146,3 miliar pada akhir September 2026, menunjukkan ketahanan eksternal yang kuat. BI menekankan bahwa stabilitas nilai tukar bukan hanya soal kinerja pasar, tetapi juga hasil dari kebijakan moneter yang konsisten dan responsif.
Untuk menekan volatilitas, BI terus menerapkan bauran intervensi pasar secara konsisten, melibatkan berbagai instrumen kebijakan moneter. Pemantauan terhadap dinamika pasar dilakukan secara intensif, baik secara harian maupun jangka menengah, guna memastikan mekanisme pasar tetap berjalan efektif. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI menegaskan bahwa rupiah tetap dalam kendali, meski berada di tengah tekanan global yang tinggi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.
24 Oktober 2026

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Monako meraih posisi teratas dalam indeks tempat tinggal terbaik dunia 2026 berdasarkan evaluasi lima aspek kunci, termasuk kualitas hidup dan keamanan.
24 Oktober 2026

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

