Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Stabil di Tengah Tekanan Global, BI Perkuat Intervensi Pasar

Bank Indonesia memperkuat intervensi pasar untuk menahan pelemahan rupiah di tengah lonjakan ketidakpastian global akibat inflasi AS dan ketegangan Timur Tengah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 15.21 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 23x dibuka
Rupiah Stabil di Tengah Tekanan Global, BI Perkuat Intervensi Pasar📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah mengalami tekanan di awal pekan ini, menyentuh level dekat Rp18.000 per dolar AS, menyusul meningkatnya volatilitas di pasar keuangan global. Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar dengan intervensi yang konsisten dan proaktif di berbagai segmen pasar, termasuk pasar uang dan valuta asing. Langkah ini bertujuan agar pergerakan rupiah tetap mencerminkan kondisi fundamental ekonomi dalam negeri, meski menghadapi tekanan eksternal yang signifikan.

Kenaikan inflasi di Amerika Serikat yang melampaui ekspektasi pasar menjadi pemicu utama kenaikan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Federal Reserve. Hal ini memperkuat dolar AS dan memicu arus modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia. Di samping itu, eskalasi konflik di Timur Tengah turut menambah tekanan, dengan harga minyak dunia tetap bertahan di atas USD105 per barel dan indeks dolar AS (DXY) mencapai level tertinggi sejak Mei 2025. Yield obligasi AS tenor dua tahun pun melonjak 12 basis poin menjadi 4,90 persen.

Meski menghadapi kondisi global yang memburuk, BI menilai pergerakan rupiah tetap terkendali. Secara kuartalan (QTD), pelemahan rupiah hanya sebesar 0,17 persen, sejalan dengan tren mata uang kawasan Asia. Cadangan devisa Indonesia juga tetap terjaga pada posisi USD146,3 miliar pada akhir September 2026, menunjukkan ketahanan eksternal yang kuat. BI menekankan bahwa stabilitas nilai tukar bukan hanya soal kinerja pasar, tetapi juga hasil dari kebijakan moneter yang konsisten dan responsif.

Untuk menekan volatilitas, BI terus menerapkan bauran intervensi pasar secara konsisten, melibatkan berbagai instrumen kebijakan moneter. Pemantauan terhadap dinamika pasar dilakukan secara intensif, baik secara harian maupun jangka menengah, guna memastikan mekanisme pasar tetap berjalan efektif. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI menegaskan bahwa rupiah tetap dalam kendali, meski berada di tengah tekanan global yang tinggi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya