Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Tekan Rp18.050, Tantangan Stabilitas Menanti

Pelemahan rupiah ke level Rp18.053 per dolar AS menggambarkan tekanan dari isu klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI, dengan risiko arus keluar modal dan kenaikan biaya pembiayaan yang mengkhawatirkan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 113x dibuka
Rupiah Tekan Rp18.050, Tantangan Stabilitas Menanti📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kurs rupiah sempat menyentuh angka Rp18.053 per dolar AS pada pukul 10.40 WIB, mencatatkan penurunan signifikan akibat sentimen pasar yang memburuk. Penyebab utamanya adalah isu reklasifikasi pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang sedang dipertimbangkan untuk memindahkan status dari pasar berkembang ke kategori terpisah. Meski keputusan akhir baru akan diputuskan pada Juni 2027, ekspektasi terhadap perubahan tersebut telah memicu aksi jual asing di pasar modal.

Menurut analis makroekonomi dari INDEF, Muhammad Rizal Taufikurrahman, investor telah mulai mengurangi eksposur sebelum hasil final dikeluarkan. Aksi ini berdampak langsung pada arus modal keluar, yang diikuti oleh pembelian dolar AS, sehingga menekan nilai tukar rupiah. Ia menekankan bahwa penurunan nilai tukar yang berkepanjangan dapat memperparah inflasi bahan baku impor, meningkatkan beban pembayaran utang valas, serta mempersempit ruang kebijakan moneter.

Rizal menegaskan bahwa intervensi Bank Indonesia (BI) harus didukung oleh transparansi kebijakan kepemilikan saham, penegakan hukum terhadap praktik manipulasi pasar, serta konsistensi fiskal. Ia menekankan bahwa angka Rp18.000 bukan batas krisis otomatis, tetapi menjadi indikator kekhawatiran terhadap struktur ekonomi yang belum sepenuhnya membangun kepercayaan. Tanpa perbaikan fundamental, upaya stabilisasi hanya bersifat sementara dan berpotensi menimbulkan biaya ekonomi yang lebih besar di masa depan.

Di sisi lain, analis dari Mega Capital Sekuritas, Revo Gilang Firdaus, memperkirakan tekanan terhadap rupiah akan berlanjut dalam satu bulan ke depan, dengan rentang fluktuasi diperkirakan antara Rp17.724 hingga Rp18.499 per dolar AS. Dengan asumsi risiko tetap tinggi, probabilitas rupiah berada dalam kisaran tersebut mencapai 74,9%. Dalam jangka pendek satu minggu, rentang yang paling mungkin terjadi adalah Rp17.889 hingga Rp18.280, dengan tingkat kepercayaan sebesar 77%. Ia menyoroti bahwa kondisi DXY yang stabil di atas 100 menambah tekanan terhadap rupiah, terlebih jika ketidakpastian MSCI terus berlanjut.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya